Rabu, 17 Desember 2014

Seputar Berita Kampus



MALANGNYA SI TUKANG CILOK

  Pada tanggal 17 Desember 2014 siang tadi, pukul  10:20 terjadi peristiwa miris yang terjadi kepada tukang cilok yang sering kali berada di jalan gang kujang (Deket kampus). Nyatanya tukang cilok tersebut kecolongan oleh seorang wanita gelandangan bersama anak-anaknya, memakai baju compang camping yang dikiranya wanita  dan anak-anaknya  tersebut mempunyai uang untuk membayar ciloknya tersebut. Akan  tetapi ada salah satu Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan gunung djati bandung yang kebetulan ingin membeli cilok smengamati peristiwa yang terjadi ketika si tukang jalanan tersebut membeli cilok dengan pesanan beberapa bungkus, dengan permintaan yang begitu jengkel si tukang jalanan tersebut masih terus menerus memesan  beberapa bungkus cilok  yang satu plastiknya seharga 3000, si tukang jalanan pun akhirnya membeli  cilok dengan beberapa bungkus, akan tetapi apa yang terjadi,mereka seorang ibu dan dengan ke 3 anaknya tersebut, anak paling besar dikira Mahasiswa itu Mahasiswa UIN  karena anaknya yang paling besar tersebut memakai jas almamater berwarna sama seperti di UIN. Ternyata persepsinya salah, setelah diamati lagi almamater yang di kenakannya itu sobek bahkan dibilang pakaiannya kotor .

        Setelah Cilok tersebut terbungkus, apa yang terjadi ?? Wanita dan anak-anaknya membayar cilok tersebut  dengan sekantong plastik hitam yang di dalamnya berisi “ikan asin jamarroti”. Wanita tersebut dengan seketika menyodorkan ikan asin tersebut, Tukang cilok pun kebingungan. Kenapa beli cilok di bayar sama sekantong plastik yang isinya ikan asin jamarroti, padahal ikan asin nya tersebut, sudah berjamur  bahkan sudah tidak layak di konsumsi.  Si tukang ciloknya bahkan tidak banyak bicara, dia hanya bisa mengelus dada meskipun memang tidak seberapa. Tetapi penghasilan segitu cukup untuk menambah modal kedepannya. Mahasiswa yang mau membeli cilok tersebut, sambil mengamati terus dan bahkan Mahasiswa tersebut tidak bisa melakukan apa-apa hanya bisa memberikan semangat dan memberikan ucapan agar tetap bersabar.

        Jadi akhirnya Si tukang cilok tersebut meng ikhlaskannya dan dapat di ambil hikmahnya bahwa akan lebih hati-hati lagi buat kedepannya dan jangan sembarangan mempercayai orang begitu saja. Apa yang terjadi sekarang akan terbalaskan oleh Alloh dan diganti dengan yang lebih dari itu. J

 

 

 

 

 

SEPUTAR_BERITA_SAJA

@Ilna_Sri

 

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar