Selasa, 09 Desember 2014

persaingan sehat



Bersaing, Siapa takut ?

Oleh : iLna sri Rahmawati


Sahabat, pernah  nggak merasa 
takut bersaing ? Terus kamu kamu minder duluan and mundur sebelum bertanding ? Percaya nggak sih kalau setiap orang memiliki energi atau power untuk memenangkan persaingan?

Sahabat, ternyata Alloh memberi kita tiga hal penting berupa potensi jasmaniya, potensi intelektual, dan potensi mental spiritual. Nah, sekarang tergantung kita sendiri, mau nggak mengoptimalkan? Ternyata, tiga potensi itu juga yang menjadi jawaban apakah sahabat pantas menjadi pemenang atau justru pecundang?

Sebenarnya bersaing dalam hal apa sih yang di benarkan dan di anjurkan secara syar’i ? Sahabat, tentu udah kenal yang namanya fastabiqul khairat yang biasanya kita sebut berlomba lomba dalam kebaikan. Banyak lho persaiangan yang tidak syar’i, bahkan menyimpang, contohnya bersaing dalam mendapatkan pacar, bersaing dalam bertabarruj (berdandan secara berlebihan lebihan ), atau bersaing dalam menumpuk-numpukan harta kekayaan. Naudzubillah...

Sahabat, Alloh menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. So, nggak ada deh istilah minder atau nggak pe-de. Ingat pula, yang paling mulia kedudukannya di sisi Alloh adalah orang yang paling bertakwa. Jadi, sebenernya persaingan yang paling hakiki, ya meraih posisi itu. Adapun persaingan yang ada di sekeliling kita semuanya harus ditujuan untuk memenangkan ridho-Nya.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah meluruskan niat.

Kedua, kita harus mereparasi diri sendri. Lho kok gitu sih ? Iya, untuk bisa bersaing dengan orang lain, kita mesti jujur pada diri sendiri. Maksudnya gini lho, kita harus menerima segala kelemahan yang ada. Jika seseorang bisa menerima kelemahannya, ia akan kuat. Nggak percaya ? Coba dulu dong ! Tapi tentu saja  harus diiringi dengan usaha untuk memperbaikinya.

Ketiga, tanamkan positive thinking dalam benak kita bahwa kita pasti bisa, optimislah ! Alloh tidak akan mengubah nasib kita bila kita tidak berusaha mengubahnya sendiri. Landas kita pun harus mengalahkan ketakutan dengan tindakan. Sahabat,  ketika kita melihat saingan yang hebat biasanya kita batal ikut kompetisi, padahal bagaimana bisa menang kalo nggak nyoba. Kalau kalah ? Ketahuilah bahwa orang yang sukses adalah orang yang menganggap kekalahan merupakan hal yang wajar dan menjadikannya sebagai motivator untuk meraih sukses pada masa mendatang.

Keempat, riang dan tersenyumlah. Hadapi persaingan dengan perasaan gembira. Itu akan membebaskan kita dari virus stres dan sekaligus bisa mengoptimalkan kemampuan yang kita miliki.

Dalam suatu persaingan, sahabat akan menemui persaingan lainnya yang seringkali  kita anggap rival yang harus kita taklukan. Apa benar begitu ? Ternyata pemikiran seperti itu seringkali menimbulkan efek lain seperti cemas, buruk sangka, was-was, iri, dengki, dan berusaha menjegal dari belakang. Hii, ngeriii !!  Padahal sahabat, selayaknya kita justru berterima kasih pada pesaing lainnya, soalnya merekalah yang memacu pengoptimalan kemampuan kita, bahkan seringkali kita belajar dari saingan kita. Lagian, kalau sahabat punya telenta apapun, kalo nggak ada saingan mana bisa sobat berprestasi ? Menganggap mereka sebagai partner, mendekati mereka, sharing bersama, saling melengkapi, dan berjuang bersama adalah suatu keputusan cerdas.

Sahabat, Alloh akan menghisab segala ikhtiar kita, bukan kemenangan yang dicapai. Sebelum melaju ke persaingan, kerahkan potensi intelektual kita, persiapkan diri sebaik mungkin, dan kenali medan..

Dalam suatu kompetisi, pasti ada kalah dan menang. Ketika kalah, Alloh memberi kesempatan pada kita untuk bersabar. Terima kekalahan and akui kemenangan saingan kita. Hal itu akan membuat kita menjadi pemenang pada kompetisi mental. Sebaliknya, saat meraih kemenangan, Alloh memberi kita rizki sekaligus ujian. So ? Bersyukurlah dan jangan menyombongkan diri. Nah sahabat, gimana ? Siap bersaingan ? Jangan cuman berkhayal, do it now ! Dan katakan, “ Bersaing, siapa takut ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar