Bersaing, Siapa takut ?
takut bersaing ? Terus kamu kamu
minder duluan and mundur sebelum bertanding ? Percaya nggak sih kalau setiap
orang memiliki energi atau power untuk memenangkan persaingan?
Sahabat, ternyata Alloh memberi kita tiga
hal penting berupa potensi jasmaniya, potensi intelektual, dan potensi mental
spiritual. Nah, sekarang tergantung kita sendiri, mau nggak mengoptimalkan?
Ternyata, tiga potensi itu juga yang menjadi jawaban apakah sahabat pantas
menjadi pemenang atau justru pecundang?
Sebenarnya bersaing dalam hal apa sih
yang di benarkan dan di anjurkan secara syar’i ? Sahabat, tentu udah kenal yang
namanya fastabiqul khairat yang biasanya kita sebut berlomba lomba dalam
kebaikan. Banyak lho persaiangan yang tidak syar’i, bahkan menyimpang,
contohnya bersaing dalam mendapatkan pacar, bersaing dalam bertabarruj
(berdandan secara berlebihan lebihan ), atau bersaing dalam menumpuk-numpukan
harta kekayaan. Naudzubillah...
Sahabat, Alloh menciptakan kita dengan
kelebihan dan kekurangan masing-masing. So, nggak ada deh istilah minder atau
nggak pe-de. Ingat pula, yang paling mulia kedudukannya di sisi Alloh adalah
orang yang paling bertakwa. Jadi, sebenernya persaingan yang paling hakiki, ya
meraih posisi itu. Adapun persaingan yang ada di sekeliling kita semuanya harus
ditujuan untuk memenangkan ridho-Nya.
Hal pertama yang harus kita lakukan
adalah meluruskan niat.
Kedua, kita harus mereparasi diri sendri.
Lho kok gitu sih ? Iya, untuk bisa bersaing dengan orang lain, kita mesti jujur
pada diri sendiri. Maksudnya gini lho, kita harus menerima segala kelemahan
yang ada. Jika seseorang bisa menerima kelemahannya, ia akan kuat. Nggak
percaya ? Coba dulu dong ! Tapi tentu saja
harus diiringi dengan usaha untuk memperbaikinya.
Ketiga, tanamkan positive thinking dalam
benak kita bahwa kita pasti bisa, optimislah ! Alloh tidak akan mengubah nasib
kita bila kita tidak berusaha mengubahnya sendiri. Landas kita pun harus
mengalahkan ketakutan dengan tindakan. Sahabat,
ketika kita melihat saingan yang hebat biasanya kita batal ikut
kompetisi, padahal bagaimana bisa menang kalo nggak nyoba. Kalau kalah ?
Ketahuilah bahwa orang yang sukses adalah orang yang menganggap kekalahan
merupakan hal yang wajar dan menjadikannya sebagai motivator untuk meraih
sukses pada masa mendatang.
Keempat, riang dan tersenyumlah. Hadapi
persaingan dengan perasaan gembira. Itu akan membebaskan kita dari virus stres
dan sekaligus bisa mengoptimalkan kemampuan yang kita miliki.
Dalam suatu persaingan, sahabat akan
menemui persaingan lainnya yang seringkali kita anggap rival yang harus kita taklukan.
Apa benar begitu ? Ternyata pemikiran seperti itu seringkali menimbulkan efek
lain seperti cemas, buruk sangka, was-was, iri, dengki, dan berusaha menjegal
dari belakang. Hii, ngeriii !! Padahal
sahabat, selayaknya kita justru berterima kasih pada pesaing lainnya, soalnya
merekalah yang memacu pengoptimalan kemampuan kita, bahkan seringkali kita
belajar dari saingan kita. Lagian, kalau sahabat punya telenta apapun, kalo
nggak ada saingan mana bisa sobat berprestasi ? Menganggap mereka sebagai
partner, mendekati mereka, sharing bersama, saling melengkapi, dan berjuang
bersama adalah suatu keputusan cerdas.
Sahabat, Alloh akan menghisab segala
ikhtiar kita, bukan kemenangan yang dicapai. Sebelum melaju ke persaingan,
kerahkan potensi intelektual kita, persiapkan diri sebaik mungkin, dan kenali
medan..
Dalam suatu kompetisi, pasti ada kalah
dan menang. Ketika kalah, Alloh memberi kesempatan pada kita untuk bersabar.
Terima kekalahan and akui kemenangan saingan kita. Hal itu akan membuat kita
menjadi pemenang pada kompetisi mental. Sebaliknya, saat meraih kemenangan,
Alloh memberi kita rizki sekaligus ujian. So ? Bersyukurlah dan jangan
menyombongkan diri. Nah sahabat, gimana ? Siap bersaingan ? Jangan cuman
berkhayal, do it now ! Dan katakan, “ Bersaing, siapa takut ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar