Sabtu, 11 Juni 2016

Lirik lagu: Kutunggu Kau Putus (Feat. Ariel of NOAH)





 Kutunggu Kau Putus (Feat. Ariel of NOAH)




Kita pernah dekat
Sudah saling percaya
Cerita tentang kamu
Sudah menjadi makananku

Putus lagi nyambung lagi
Ribut lagi balik lagi
Kau menangis di pundakku
Di pelukanku

Maafkan aku jadi suka sama kamu
Awalnya curhat lama-lama ku cemburu
Maafkan aku yang mengharapkan cintamu
Bila belum saatnya kusabar menunggu
Bila masih bersama kutunggu kau putus

Haaah aaah ku tunggu kau putus
Haaah aaah ku tunggu kau putus

Kau menangis di pundakku
Di pelukanku

Maafkan aku jadi suka sama kamu
Awalnya curhat lama-lama ku cemburu
Maafkan aku yang mengharapkan cintamu
Bila belum saatnya kusabar menunggu
Bila masih bersama kutunggu kau putus

Haaah aaah ku tunggu kau putus
Haaah aaah ku tunggu kau putus

Kita lemah tapi ku tunggu kau putus
Dari dulu ku tunggu kau putus





Read more:
http://www.wowkeren.com/lirik/sheryl_sheinafia/kutunggu-kau-putus-feat-ariel-of-noah-.html#ixzz42wRXYZ8I



s

Sabtu, 23 April 2016

PENGORGANISASIAN PERS DAKWAH




A.      Pengertian  Organisasi dan Pengorganisasian
Secara definitive Gibson,  organisasi sebagai suatu unit kerja yang terkoordinasi terdiri dari setidaknya dua orang dan berfungsi mencapai satu sasaran tertentu.
Menurut Jaes D. Mooney, asas-asas organisasi lebih banyak bersumber pada ketataniagaan ketimbang ketataprajaan.
Mooney menyatakan bahwa bila satu golongan bergabung untuk tujuan yang sama, sekalipun mereka terdiri atas dua orang saja, maka di situ telah tapak adanya dasar-dasar psikis dari suatu organisasi.
Contoh sederhana dari organisasi itu adalah :
Apabila dua orang menyatukan tenaga untuk mendorong suatu obyek yang terlalu berat kalau dikerjakan oleh seorang saja.
Menurut Mooney dari contoh itu merupakan dasar utama dari suatu organisasi,dan disitulah terdapat koordinasi dari upaya tersebut.
Webster mengartikan organisasi sebagai gabungan organ secara structural (terkoordinasi). Webster mengartikan organ sebagai unsur-unsur dalam suatu usaha,yaitu manusia dengan segala aktifitasnya.
 Adapun struktur menurut polak adalah suatu susunan dan pola antar hubungan intern yang agak stabil. Dengan demikian struktur merupakan ikatan yang bersifat :
a)      Menjain kelangsungan hidup atau kontinuitas kelompok
b)      Meungkinkan terwujudnya pelaksanaan fungsi organisasinya.

Secara sosiologis, organisasi diartikan sebagai suatu kolektivitas yang bersifat sei kelompok dan dibuat strukturnya. Adapun kolektivitas merupakan hipunan  orang-orang yang terbagi dalam 3 golongan :
·         Apayang disebut kelompok (secara alami langsung menunjukan adanya struktur) seperti keluarga, semi atau kuasa kelompok (tidak memiliki struktur)
·         Organisasi (kuasa  kelompok yang diberi struktur dalam arti dibuat struktur)
Arifin Abdul rachan menyatakan bahwa maajemen adalah kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran dan tujuan pokok yang telah ditentukan dengan menggunakan orang-orang pelaksana.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengorganisasian dalam kegiatan manajemen mengandung 2  maksud,yaitu :
1.       Sebagai wadah yang  merupakan tempat dimana terdapat orang-orang beserta fasilitas kegiatannya yang berupa uang, bahan-bahan, mesin, metode kerja, dan pasar pelemparan hasil kerjanya.
2.       Sebagai alat pencapaian tujuan merupakan organisasi yang berkewajiban melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam mewujudkan cita-cita yang ingin dicapainya.

B.      Pengadaan SDM dan Fasilitasnya
SDM guna kepentingan Manajemen Pers Dakwah merupakan pencarian dan pengumpulan tenaga kerja yang berpredikat dai dan berkemampuan kerja dalam bidang jurnalistik.
Kegiatan yang dimaksud :

1.       Penarikan pelamar :  Menginformasikan tentang adanya lowongan kerja bagi mereka yang memiliki kualifikasi pengetahuan dan  keterampilan kerja dala bidang jurnalistik untuk keperluan dakwah Islamiyah. Baik melalui audisi,iklan,atau edaran, dan pengumuman di media masa.
2.       Penetapan Kebutuhan pegawai : Dilakukan untuk menentukan julah pegawai yang diperlukan secara kualitas dan kuantitas sesuatu dengan julah produk jurnalistik yang akan dihasilkan.
3.       Penyaringan calon pegawai.

C.      Penyaringan Tenaga Kerja
Guna memperoleh pegawai yang tepat jumlah dan kualifikasinya dalam posisi yang disediakan lembaga, maka terhadap para pelaar itu pun harus dilakukan penyaringan dengan mengadakan  tes pengetahuan, keterampilan, kesehatan, dan akhlaknya.
Penyediaan Formasi (Lowongan Jabatan) dilakukan sesuai dengan hirarki organisasi yang telah ditetapkan dalam struktur lembaga(pers dakwah) yang terpilih. Adapun formasi yang disediakan, tentunya harus pula disesuaikan dengan kemampuan sarana yang tersedia dan terbatas pada jabatan-jabatan yang urgen untuk disediakan. Jabatan yang penting sekali diadakan adalah jabatan yang terkait dengan kegiatan utama dalam jurnalistik.

D.      Pelatihan dan Pembagian Tugas
Untuk  memperoleh tenaga kerja yang tepat guna menduduki forasi yang disediakan kiranya perlu diadakan pelatihan (training) tentang pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam jabatan-jabatan yang tersedia itu. Umumnya perusahaan-perusahaan memberikan demikian demi pelatihan paling lama 3 bulan. Dari hasil pelatihan tersebut dapat diketahui orang-orang yang patut ditempatkan pada jabatan-jabatan yang tersedia
E.       Kompensasi Pekerjaan
Dalam hal ini dikenal ada dua jenis kompensasi pekerjaan,yaitu :
1.       Bersifat Langsung,
·         diberikan dalam berntuk uang berupa  gaji (tetap dengan jumlah nominal yang pasti)
·         upah (tidak tetap dan jumlah nominalnya pun tidak pasti)
·         insentip (hadiah yang identic dengan upah)
2.       Bersifat tidak Langsung
·         Diberikan dalam bentuk uang atau barang berupa tunjangan-tunjangan dan pelayanan atau fasilitas,seperti rumah dinas,kendaraan dinas,kesehhatan.

F.        Desain Pekerjaan
Secara Hirarkis, job description tersebut dilukiskan dalam bentuk “bagan organisasi” yang menggabarkan hubungan kerja antar departemen, divisi, atau  unit  kerja unit kerja didalam suatu organisasi.
Khususnya dalam hal pembuatan bagan organisasi dsapat dilakukan dengan 3 cara,yaitu :   Vertical, horizontal, dan gabungan keduanya (vertical dan horizontal). Untuk jelasnya dapat disiak contoh-contoh berikut :
1.       Bagan Organisasi Vertikal
DIRUT
Dir.
Pemasaran

Dir.
Produksi

Dir.
Umum
Dir.
Keuangan
 







2.       Bagan organisasi horizonta
Dir.
Peasaran





Dir.
Produksi
Dir.
Keuangan
DIRUT



Dir.
Umum
3.       Bagan organisasi gabungan
DIRUT



















Dir

Dir

Dir


Dir


Keuangan


Umum

Produksi


Pemasaran














Bag

Bag

Bag


Bag


Pembukaan


Kepegawaian

Redaksi


Penjualan














Bag

Bag

Bag


Bag


Verivikasi


Humas

Percetakan


Sirkulasi

















G.     Desain Organisasi
Ikatan lain sebagai struktur suatu organisasi dinyatakan dalam bentuk akte pembentukan lembaga (pers dakwah) yang didasarkan pada anggaran dasar dan anggaran ruah tangga organisasi atau lembaganya. Didalamnya akan ditemukan gambaran tentang misi dan visi, tujuan, serta norma-norma perilaku individu maupun kelompok yang harus ditegakan demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkanya.
Dengan demikian, desain organisasi merupakan struktur organisasi secara keseluruhan menggambarkan bangunan upaya dan usaha lembaganya. Dalam hal Manajemen Pers Dakwah, tentunya desain organisasinya memberikan gambaran tentang bentuk organisasi dan usaha pers dakwahnya, kegiatan jurnalistik serta tujuan-tujuan yang mengarah pada tujuan akhir dakwah Islamiyyah.