Sabtu, 20 Desember 2014

PROPOSAL PENELITIAN METODE DAKWAH RABBANI


PROPOSAL PENELITIAN METODE DAKWAH “RABBANI”
Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Akhir Semester pada Matakuliah Metodologi Dakwah
disusun oleh
ILNA SRI RAHMAWATI
NIM  1134020058
KPI/III/B
PROGRAM STUDI METODOLOGI DAKWAH
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

            Pakaian/jilbab (Dalam pandangan islam) melindungi muslimah dari berbagai godaan yang muncul dari pihak laki-laki. Berbeda dengan dunia Barat mengidentikkan pakaian sebagai ekspresi keindahan wanita dan dijadikan alat untuk menarik kaum pria.Selain itu, Jilbab memiliki dampak psikologis pada pemakaiannya. Ia akan selalu menyesuaikan sikapnya sesuai rel-rel agama dan berfikir untuk hidup secara kafah sesuai ajaran islam. Pemakaian jilbab akan berfikir seribu kali untuk melakukan perbuatan maksiat. Atau setidaknya ia akan merasa sungkan jika harus bertindak tidak senonoh di depan orang banyak sementara dirinya memakai jilbab.



B.     Rumusan Masalah
1)      Apa tujuan awal didirikan Rabbani ?
2)      Tahun berapa didirikannya Rabbani ?
3)      Bagaimana Rabbani mempopolerkan kerudungnya ?
4)      Apakah kemudian Rabbani semakin menambah produknya ?
5)      Apa yang membedakan produk Rabbani dengan produk yang lain
C.    Tujuan penelitian
      Agar pembaca dan generasi muda lebih menyadari bahwa pemakaian Jilbab sangat penting dan akan berfikir seribu kali untuk melakukan perbuatan maksiat atau setidaknya ia akan merasa sungkan jika harus bertindak tidak senonoh di depan orang banyak sementara dirinya memakai jilbab. Namun, tak jarang kaum muslimah yang hendak memakai jilbab harus menempuh jalan terjal berliku. Berbagai tantangan dan rintangan harus disongsongnya untuk mempertahankan identitas muslimahnya tersebut. Pemakaian jilbab adalah murni hidayah dari Allah swt. Jika ada beberapa muslimah yang memakai jilbabnya belum sempurna, biarkanlah karna itu merupakan suatu proses, harus adanya kesadaran individu yang tinggi.

Adapun kaidah-kaidah syar’i yang harus dipenuhi antara lain :
1.      Menutup seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.
2.      Tidak memakai hiasan berlebih-lebihan.
3.      Kainnya harus tebal, tidak tipis.
4.      Longgar, tidak ketat dan tipis sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.
5.      Tidak menyerupai laki-laki.


D.    Kajian Pustaka
a.       Landasan Teori

             Rabbani mulai diterima masyarakat dan mulai memiliki pelanggan yang semakin banyak, sehingga outlet tidak mampu lagi menampung konsumen dan pelanggan yang membludak, akhirnya pada tahun 9192.an Rabbani senantiasa [1]mengembangkan strategi pemasarannya dan beradaftasi dengan perkembangan zaman.
            Seiring era globalisasi, setiap muslimah ingin tampil menarik. Dulu jilbab terkesan ekslusif dengan motif itu-itu saja. Kini, desainer mengubah modelnya menjadi lebih indah. Namun, yang perlu di perhatikan dan tidak kalah pentingnya yaitu masalah syar’i. Busana muslimah tidak bisa dirancang asal indah, modis, dan rapi, tapi harus dirancang sesuai kaidah yang telah termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Sah sahnya saja jilbab dirancang dengan beragam corak dan beraneka warna, tapi syarat-syarat agama hendaknya tidak terlewatkan. Model jilbab jangan berjalan di tempat, norak dan kampungan , tapi harus di desain menarik dan enak dipandang. Selain itu, jilbab pun harus dirancang sempurna sesuai agama yaitu menutupi aurat, tidak tipis, dan transparan. Mode dan kaidah agama harus dipadukan.



b.      Hipotesis
            Dalam ajaran islam, wanita harus menutup aurat. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ketika suatu saat Rosululloh sedang berada di rumah, adik ipar beliau yang bernama Asma lewat di depannya dengan baju agak ketat dan tipis, lalu Rosululloh saw. Berkata : “Wahai asma, apabila seorang anak perempuan sudah haid/baligh, tidak boleh terlihat anggota badannya kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang disebut dengan aurat,”
            Sebagaimana hadits Rosululloh saw.pakaian muslimah itu tidak boleh ketat dan tipis. Tapi kalau ada yang memakai pakaian tetapi ketat atau tipis, itu masih lebih baik dari pada terbuka. Namun, kita juga harus berusaha mengubah hal tersebut.

E.     Metode Penelitian
1.      Penelitian Lapangan
            Rabbani ingin menunjukan bahwa wanita yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat juga dapat tampil gaya, trendy namun sopan dan syar’i. Kendati Demikian, Rabbani juga menghadapi tantangan yang sangat besar, karena pada waktu itu wanita yang memakai busana muslim masih jarang serta belum menjadi trend. Namun, keadaan tersebut tidak menjadikan professor kerudung Rabbani sebagai hambatan, malah dijadikan sebagai tantangan untuk bisa mendobrak trend mode. Dalam busana muslimah ada dua prinsip pokok yaitu untuk pribadi dan keluarga. Untuk pribadi, pakaian itu merupakan budaya dan harus menutup aurat. Untuk keluarga, fungsi pakaian itu menjaga tubuh dari penyakit. Renaisance atau kebangkitan Eropa sebetulnya berawal dari Islam. Bagaimana orang Eropa berpakaian merupakan hasil tiruan dari orang islam,











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Rabbani
            Jilbab merupakan salah satu symbol muslimah sejati. Berawal dari kepahitan hidup yang luar biasa pada tahun 9  mendirikan outlet busana muslim hsil rancangannya, outlet tersebut diberi nama rabbani. Rabbani di ambil dari Al-Qur’an (Q.s Ali-imron : 79)  yang artinya para pengabdi Alloh yang mau mengajarkan  dan diajarkan kitaballah.
            Rabbani memiliki arti yang istimewa, keberadaan rabbani diharapkan memberikan kontribusi yang besar dalam syiar  dan dakwah islam bagi para muslimah agar memenuhi kewajibannya untuk menutup auratnya. Rabbani ingin merubah paradigma sebagian besar masyarakat pada waktu itu yang memandang bahwa wanita yang memakai busana muslim itu kuno dan kampungan. Rabbani ingin menunjukan bahwa wanita yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat juga dapat tampil gaya, trendy namun sopan dan syar’i. Kendati Demikian, Rabbani juga menghadapi tantangan yang sangat besar, karena pada waktu itu wanita yang memakai [2][3]busana muslim masih jarang serta belum menjadi trend. Namun, keadaan tersebut tidak menjadikan professor kerudung Rabbani sebagai hambatan, malah dijadikan sebagai tantangan untuk bisa mendobrak trend mode. Dalam busana muslimah ada dua prinsip pokok yaitu untuk pribadi dan keluarga. Untuk pribadi, pakaian itu merupakan budaya dan harus menutup aurat. Untuk keluarga, fungsi pakaian itu menjaga tubuh dari penyakit. Renaisance atau kebangkitan Eropa sebetulnya berawal dari Islam. Bagaimana orang Eropa berpakaian merupakan hasil tiruan dari orang islam, hanya sekarang orang Eropa mulai tertutup sedangkan orang mulai tertutup sedangkan orang islam mulai terbuka, mestinya pakaian orang islam itu yang tertutup.
            Berjibab itu merupakan sesuatu yang sangat baik. Bila ada anak-anak kita yang menggunakan jilbabnya belum sempurna biarkanlah, itu merupakan proses. Berjilbab tidak bisa di paksakan. Biarkanlah mereka akan sadar. Seorang da’I tidak boleh keras  jika menemukan jama’ahnya yang belum menggunakan jilbab. Ketika memberikan ceramah, jangan langsung menyuruh jama’ah  untuk langsung menggunakan jilbab, tetapi melalui tahapan-tahapan . Kalau langsung dipaksakan, mungkin mereka tidak akan mau menghadiri pengajian.
            Perusahaan yang memiliki nama lengkap CV Rabbani Asysa ini didirikan oleh pasangan suami istri Amry Gunawan dan Nia Kurnia. Mulai menjalankan aktifitas produksi pada tahun 1994, akhirnya pada tahun 2001 perusahaan Rabbani dinyatakan resmi menjadi perusahaan berbadan hukum berdasarkan bukti pada akte notaris. Pemilihan kata Rabbani sebagai perusahaan bukanlah tanpa alasan. Nama Rabbani tersebut terinspirasi dari surat Ali Imron : 79 di Al-Qur’an yang mengandung makna “para pengabdian Allah yang bersedia mengajarkan dan di ajarkan oleh kitab Allah.
            Mengusung professor kerudung Indonesia. Rabbani hadir sebagai perusahaan garmen di bidang retail busana muslim. Saat ini Rabbani telah berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan kerudung terbesar di Indonesia dengan produk andalan kerudung instan serta produk lainnya seperti.
B.     Perkembangan & berdirinya Rabbani
            Pada waktu itu Rabbani memiliki potensi yang besar untuk dapat berkembang dan maju, karena  waktu  itu outlet yang khusus menjual busana muslim masih jarang sehingga belum adanya pesaing dan persaingan yang tinggi. Pada awal berdirinya Rabbani memiliki satu karyawan untuk melayani konsumen, satu tahun kemudian dengan outlet yang tidak jauh dengan outlet sebelumnya, begitu pula dengan perkembangan secara bisnis belum menunjukan perubahan yang signifikan. Namun, keadaan tersebut tidak akan menyurutkan motivasi dan perjuangan, bahkan keadaan tersebut dijadikan cambuk untuk membakar dan menempa semangat untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan desain yang baik. Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun karena rancangan yang senantiasa inovatif dan berbeda dari yang lain, Rabbani mengalami perkembangan yang pesat.
            Rabbani mulai diterima masyarakat dan mulai memiliki pelanggan yang semakin banyak, sehingga outlet tidak mampu lagi menampung konsumen dan pelanggan yang membludak, akhirnya pada tahun 9192.an Rabbani senantiasa [5]mengembangkan strategi pemasarannya dan beradaftasi dengan perkembangan zaman.
            Seiring era globalisasi, setiap muslimah ingin tampil menarik. Dulu jilbab terkesan ekslusif dengan motif itu-itu saja. Kini, desainer mengubah modelnya menjadi lebih indah. Namun, yang perlu di perhatikan dan tidak kalah pentingnya yaitu masalah syar’i. Busana muslimah tidak bisa dirancang asal indah, modis, dan rapi, tapi harus dirancang sesuai kaidah yang telah termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Sah sahnya saja jilbab dirancang dengan beragam corak dan beraneka warna, tapi syarat-syarat agama hendaknya tidak terlewatkan. Model jilbab jangan berjalan di tempat, norak dan kampungan , tapi harus di desain menarik dan enak dipandang. Selain itu, jilbab pun harus dirancang sempurna sesuai agama yaitu menutupi aurat, tidak tipis, dan transparan. Mode dan kaidah agama harus dipadukan. Shafira merupakan salah satu butik perancang busana muslimah yang mencoba memadukan kedua unsur tadi. Menurut komisarisnya feny Mustafa, dalam setiap rancangannya Shafira selalu terlebih dahulu berkonsultasi kepada para pakar agama.
            Dalam agama, batasan-batasan dalam menutup aurat sudah jelas. “Jika berbicara jilbab, kita berbicara fashion dan di pengaruhi banyak hal, diantaranya seni dan trend. Bahan pun harus diperhatikan agar ketika dipakai tetap nyaman dan indah. Jilbab harus dirancang semenarik mungkin, tidak norak dan kampungan. Namun, kaidah agama pun harus juga di perhatikan agar jilbab tersebut sesuai dengan fungsi dan tujuannya sebagi penutup aurat. Sekarang-sekarang ini sudah maraknya jilbab gaul yang merupakan fenomena kaum muslimah yang ingin tampil islami sekaligus trendi. Ulama Drs. Anwar Sanusi cukup senang dan berprasangka baik terhadap maraknya jilbab gaul yang menggejala. Ia juga menyarankan kepada mubaligh, ulama maupun para aktifis dakwah untuk bersikap arif dalam memandang fenomena jilbab gaul ini. Untuk mengenakan jilbab dengan sempurna perlu proses dan tahapan-tahapan. “Mula-mulanya mungkin mereka memakai jilbab yang belum sempurna, pakai pakaian ketat, transparan, ataupun tipis, tapi lambat laun ia akan sadar dengan sendirinya, dan insyaAllah jika ia mendapatkan hidayah ia akan memakai pakaian yang sempurna. Jika kita berlalu keras memaksakan jilbab yang sempurna kepada jama’ah maupun anak didik kita, mereka bukannya nurut malah takut dan tak datang lagi ke pengajian.”[6]
            Pakaian yang lazim disebut “jilbab gaul”, “ kerudung gaul” dan istilah ngetrend lainnya ini memang banyak disukai. Fenomena jilbab gaul ini, merebak seiring angin reformasi yang berimbas pada meningkatnya kesadaran muslimah untuk “bercengkrama” dengan nilai-nilai agama, termasuk memakai busana muslimah. Baju muslimah yang dulu terkesan kaku, ekstrim, dan hanya di pakai kalangan tertentu, kini mengalami banyak perubahan. Apa lagi desainer-desainer professional yang khusus merancang busana muslimah pun kini banyak bertebaran, sehingga akan menambah kualitas keindahan pakaian tersebut. Corak, model, serta warna busana muslimah pun menjadi semakin variatif dan tidak membosankan.
            Kini jilbab tidak hanya di pakai oleh aktifis dakwah kampus maupun santriwati di pondok-pondok pesantren, tapi juga dipakai jalan-jalan oleh anak-anak ABG dipusat pertokoan, di gunakan selebriti di tempat syuting, bahkan tokoh sekaliber menteri pun tak sungkan lagi untuk memakai pakaian penutup aurat ini.
            Busana menurut islam pertama menutup aurat. Perempuan yang menutup auratnya berarti memelihara dirinya dan juga orang lain. Khususnya laki-laki agar tidak berdosa karena dirinya.
            Kedua sebagai identitas, misalnya orang mengenal saya sebagai seorang muslimah karena saya mengenakan jilbab. Terbukti ketikasuatu saat nanti saya berada di airport swedia, saya dipanggil oleh seorang petugas imigrasi. Saya heran, kenapa saya dipanggil. Lalu saya balik bertanya kepadanya mengapa saya di panggil. Dia menjawab,” saya melihat anda memakai jilbab dan anda beragam islam. Saya panggil Anda karena saya juga muslim.” Nah saya kan tidak menyangka sebelumnya bahwa orang swedia itu beragama islam.
            Ketiga sebagai perhiasan. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa saat Nabi Adam dan Siti Hawa terusir dari syurga , mereka tidak mengenakan pakaian sehingga merasa malu. Lalu mereka mengambil daun untuk menutup auratnya. Kemudian Allah pun berfirman bahwa Dia menjadikan daun-daunan sebagai bulu-bulu untuk menutupi tubuh manusia dan juga sebagai perhiasan.[7]

C.    Rabbani semakin menambah produknya
            Rabbani mulai focus dalam membidik segmentasi pasarnya, Rabbani membidik pasar untuk kalangan menengah. Sedangkan perkembangan dari aspek pemasarannya Rabbani mengembangkan strategi pemasaranny, selain pemasaran langsung,Rabbani membina pemasaran dengan mengembangkan network pengembangan outlet. Upaya untuk mengakomodasi permintaan pasar yang semakin besar, Rabbani mengembangkan dan menambah kapasitas produksinya, seperti kerudung yang sebagai produk utama, busana muslim seperti gamis, tunik, T-shirt muslimah, koko, kazko, manset, dll. Kelima pabrik tersebut bertempat di Bandung dengan kemampuan produksi 1 pcs kerudung .
            Saat ini 90 % produk yang dijual adalah fhasion muslim. Ada pergeseran di mana buku-buku islam tidak lagi menjadi core bisnis kami. Kami memproduksi seluruh perlengkapan busana muslim dari atas hingga kaki, baik untuk wanita, pria dewasa, hingga anak-anak,perlengkapan solat,dll. Bukan hanya itu, kami juga menjual busana-busana dalam berbagai aktivitas : ibadah, sehari-hari, casual, formal hingga [8]busana pernikahan. Singkatnya, one stop shopping dalam satu outlet.
            Banyak pelanggan yang mengatakan bahwa busana-busana yang di jual adlah busana muslim yang syar;I tetapi tetap modis. Keunggulan kami selanjutnya adalah soal kualitas yang bisa diadu dengan pabrik yang lainnya juga harga kompetitif. Biasanya juga yang paling banyak membelinya wanita dewasa yang mendominasi.
            Produksinya persis sangat banyak dan tergantung dari orderan tim marketing. Saat ini di tempat kami memiliki beberapa yang kami ingin kedepnnya membangun pabrik-pabrik menjadi satu agar lebih mudah pengawasan dan operasionalnya.  Omset yang di dapat kalkulasinya, misalnya, 1 outlet dikunjungi 200-an orang setiap hari di mana biasanya spending mereka bisa mencapai 5 potong kerudung dengan harga kisaran Rp.20ribu –Rp.100ribu. Nah, bisa dihitung berapa rata-rata omset perhari per outlet.
            Setelah sukses sebagai salah satu took busana yang menjual berbagai macam pakaian muslim dan muslimah, kali ini Rabbani menelurkan sebuah buku gaun pernikahan .
 Direktur Operasional Rabbani Nandang Komara menuturkan ide buku berjudul The Glooming Princess Muslimah Weding Gown by Rabbani tersebut muncul dari permintaan konsumen yang menginginkan baju nikah yang berkonsep Islami. “Akhirnya, dibikin dengan beberapa syarat seperti tidak transparan,tidak membekuk lekuk tubuh, dan sesuai anjuran Allah SWT melalui Al-quran” ucap Nandang. Ditempat yang sama, Manager Promo dan Event Rabbani Ridwanul Kamil menjelaskan, atas permintaan tersebut pihaknya sempat me-launching beberapa gaun pengantin pada 2012. Tanpa diduga, gaun tersebut banyak diminati oleh para consume. “Dari situ masyarakat mulai bertanya-tanya   mengenai buku untuk referensi nikah,”katanya. Atas dasar tersebutlah, pihaknya lalu membuat sebuah buku berisikan desain gaun yang berkonsep weeding muslimah dengan perpaduan tradisional dan Timur Tengah.
            Ridwan memastikan, gaun tersebut murni buatan 15 desainer internal Rabbani. Untuk masalah harga, gaun-gaun yang ada yang dijual dengan berbagai harga. 
“Kita ini segmentasinya menengah ke atas, jadi harga gaunnya mulai dari Rp.1,5 juta-Rp.50 juta.”tuturnya.[9]

D.    Rabbani Mempopulerkan Kerudungnya
            Profesor Kerudung Rabbani merupakan sebutan bagi  Rabbani Holding karena Rabbani mampu menjadikan perusahaan yang bergerak dalam bidang garment dan busana muslim yang sukses dan mampu menjadi perusahaan yang mandiri yang luar biasa dalam mendobrak pasar serta mempunyai produk berkualitas yang berbeda dengan produk-produk lainnya.
            Kerudung Rabbani menjadi sebutan bagi Holding yang mampu menciptakan produk berupa busana-busana muslim seperti kemko, tunik, kastun dan kerudung yang terjaga kualitas produknya dan menjadi minat masyarakat untuk berbelanja busana muslim. Keberadaan kerudung Rabbani diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar dalam syiar dan dakwah islam bagi para muslim muslimah agar memenuhi kewajibannyauntuk menutup aurat.
            Selain sebagai salah satu pioneer, kala itu Rabbani sempat menjadi merek yang paling banyak dibicarakan yakni dengan inovasi “kerudung Instan”. Tidak ada produsen yang menciptakan kerudung instan seperti Rabbani. Pada waktu itu pemakaian kerudung instan cukup ribet dan butuh waktu lama sehingga mendorong perusahaan untuk mengakomodir kebutuhan tersebut dengan menciptakan kerudung yang praktis. Kerudung instan inilah yang membawa nama Rabbani menjadi besar hingga saat ini.
            Selain kerudung instan, Rabbani juga selalu menciptakan tren-tren kerudung. Kami menawarkan warna-warna ngejreng dan motif-motif beraneka ragam sehingga mampu mendobrak pakem-pakem desain dan motif yang ada pada waktu itu. Meski sempat dicibir, namun akhirnya kerudung Rabbani mendapatkan tempat di masyrakat.
            Rabbani ingin mengubah paradigma sebagian besar masyarakat yang pada waktu itu memandang  bahwa wanita yang memakai busana muslim itu kuno dan kampungan. Profesor kerudung Rabbani ingin menunjukan bahwa wanita yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat juga dapat tampil gaya. Trendy namun tetap sopan dan syar’i.
            Tantangan dalam membangun bisnis Rabbani paling terberat adalah bagaimana mengibarkan merek rabbani agar tetap eksis dan mengejar misi visi perusahaan untuk “ mengerudungkan dunia” caranya tetap menciptakan produk yang inovatif, memperluas pemasaran.
            Seiring era globalisasi, sangat sulit untuk menjaga busana, apalagi kalo yang tidak tahu aturan islam. Bagi yang berbusana muslimah, hendaknya mempertahankan sambil terus berusaha memperbaiki akhlak serta menjaga bata-batas pergaulan dengan lawan jenis yang bukan muhrim.
            Untuk yang sedang mencoba berbusana muslimah, perkuatkan ilmu dan keyakinannya karena dalam proses mengenakan busana muslimah akan banyak hambatan dan tantangan yang justru malah datang dari lingkungan terdekat seperti temann dan keluarga.
            Bagi yang belum berbusana muslimah, tentu saja untuk segera mengenakan busana muslimah karena dengan berbusana sesuai syar’I akan lebih nyaman dan bisa menjaga diri. Busana muslimah itu ditujukan juga untuk menjaga jarak dan menghindarkan perbuatan yang kurang baik. Hj.Mahdiah S.H., M.Hum dia pernah melihat seorang muslimah sedang gandengan,pegangan, peluk-pelukan, dengan pacrnya di Taman Ria Senayan. Sepertinya dia memisahkan antara pakaian dan pergaulannya. Seharusnya tidak demikian, pakaiannya seharusnya mampu menghindarkan perbuatan-perbuatan semacam itu.
            Ada suatu cerita, seorang wanita Indonesia mendapat tugas belajar di Erofa. Disana ia melihat Turki Sedang makan daging babi.  Lantas, ia menegurnya,”Kamu kan orang Islm,tapi kok makan daging babi?” Muslim turki tersebut menjawab,” Kamu juga kan orang Islam, tapi kok tidak berjilbab?”  Jawaban orang Turki itu ternyata menggugah kesadarannya bahwa ternyata dirinya pun belum menjalankan syariat Islam dengan benar, sehingga beberapa tahun kemudian ia mengenakan jilbab.
            Dalam Islam juga di ajarkan bahwa wanita harus menutup aurat. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ketika suatu saat Rasululloh sedang berada di rumah, adik ipar beliau yang bernama Asma lewat di depannya dengan baju agak ketat dan tipis, lalu Rasululloh saw. Berkata : “ Wahai Asma, apabila seorang anak perempuan sudah haid/baligh, tidak boleh terlihat anggota badannya kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang disebut dengan aurat.”[10]
            Ketika seorang anak yang pintar, cerdas dan berharap anaknya kelak menjadi anakberkorban harta, berhasil. Untuk semua itu, orang tua rela seorang anaknya sangat membutuhkan perhatian dari mulai gizi, pakaian dan pendidik, yang di berikan adalah berkualitas dan terbaik bagi anak-anaknya yang orang tua lupa, apakah semua yang telah di lakukan terkadang anak pintar dan berhasil di lakukan untuk menjadi sang juara, menjadi anak merupakan jaminan bahwa sang anak kelak akan ada saat usia senjanya ? Anak yang bisa merawat orang tua di akhirat di jadikan tabungan manisfestasi pintar karena betapapun sang anak adalah yang berhasil, itu sama sekali tidak berguna jika yang diberikan anak kepada orang tuanya adalah kedurhakaan dan kebobrokan iman. Setiap orang tua dapat mendidik anaknya dengan baik. InsyaAllah buku ini menuntun petunjuk Allah dan Rasul-Nya, anaknya dengan benar sesuai dan berhasil tapi menjadikan anak yang bukan hanya pintar Generasi tetapi anak yang shalih dan shalihah, yang dapat menjadi Rabbani, generasi yang unggul keilmuan dan ketakwaan. Subhanahu Wa Ta ala.
 Di antara materi pada buku rabbani edisi ini adalah mengenai:
1.      Mendidik anak dalam kandungan
2.      10 karakter pendidik sukses Pengajaran ilmu agama dan dunia pada anak
3.      Memahami psikologi anak
4.      Anak dan sosial kemasyarakatan
5.      Jasmani dan kesehatan pada anak
  1. Menempa mental anak
  2. Persiapkan anak untuk berdakwah di jalan Allah
  3. Metode pengajaran pada anak
  4. Anak dan pendidikan seksual dll.
            Rabbani ini memiliki ilmu yang insyaAllah menambah wawasan dan mendidik kita menjadi buah hati yang baik sehingga mereka anak-anak yang sholeh dan sholehah.







BAB III
PENUTUP
A.    KRITIK DAN SARAN
            Alhamdulillah dengan rahmat Allah proposal  ini dapat terselesaikan dengan yang diharapkan, namun tentunya masih banyak kekurangan dalam pembuatannya. Maka dari itu, kritik dan saran pembaca sangat di harapkan guna pemantapan penulisan ini guna bagi penulis di kemudian hari.
B.     DOKUMENTASI
 

[3] Katalog_Rabbani raja busana muslim

[4] Katalog_profesor Rabbani Indonesia
[5] Observasi
[6] Katalog_percikan iman bacaan alternatif generasi Qur’ani
Berjilbab sopan dan beradab
[7] Katalog_percikan iman bacaan alternative generasi Qur’ani
Berjilbab sopan dan beradab
[8] Observasi
[9] Katalog_luncurkan gaun Rabbani
[10] Katalog_percikan iman bacaan generasi qur’ani
Berjilbab sopan dan beradab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar