Jumat, 19 Desember 2014

INISIATIF




MAKALAH

“TANTANGAN DAN STRATEGI DAKWAH PADA MEDIA MASA”
Diajukan sebagai salah satu Tugas UAS MataKuliah Jurnalisme Dakwah
Oleh :
Ilna Sri Rahmawati
NIM : 1134020058
KPI/III/B

 





PROGRAM STUDI JURNALISME DAKWAH
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG 2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb


            Puji syukur yang dalam saya sampaikan ke hadiran Allah Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini saya membahas “Tantangan dan strategi dakwah di masa kini”, suatu permasalahan yang selalu dialami bagi masyarakat di era globalisasi ini.

            Alhamdulillah, berkat rahmat dan hidayah Allah SWT., akhirnya saya dapat menyelsaikan tugas makalah yg di berikan oleh bapak dosen.

            Saya pun menyadari bahwa sebagai manusia memiliki keterbatasan, tentu hasil kerja saya ini tidak mungkin luput dari kekurangan. Dengan semangat amar makruf dan upaya saya senantiasa pemikiran anda sebagai kontribusi sehingga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah meridai hasil kerja saya.
 Amin ya rabbal ‘alamin.



Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,




Bandung, 20 Desember 2014


Penyusun


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................1
A. Latar belakang .................................................................................................................................1
B. Rumusan masalah ..........................................................................................................................1
C. Tujuan penelitian ............................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................................2
A. Pengertian tantangan dakwah di masa kini.................................................................................2
B. Problematika dakwah di masa kini...............................................................................................4
C. Strategi dakwah masa kini…………………….........................………………………………....5
1.      Strategi………………………………….………………………………………………...............5
2.      Dakwah…………………...............................................................................................................5
D. kelemahan dan kelebihan dakwah di masa kini……………………………….............…….....8
1.      Kelebihan dakwah…………………………………………………………………….................8
2.      Kelemahan dakwah………….............................................………………………………..........9
BAB III PENUTUP………………………………….………………….....………….....……….…10
A.    Kesimpulan…………………………...……………………………………………..........…….10
DAFTAR PUSTAKA………………………………..………………………………………...........11






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
            Dakwah merupakan kewajiban dari setiap orang yang mengaku dirinya muslim, da’wah tidak hanya harus tampil di atas podium, tidak harus dalam bentuk ceramah ataupun pidato, namun dakwah mencakup segala aspek, baik itu dakwah yang dilakukan dengan perkataan, perbuatan ataupun dalam bentuk contoh yang baik. Adapun aspek yang terkait dengan dakwah adalah adanya da’I, mad’u, materi dan media. Atinya media ini sangat mempengaruhi pola serta laju dakwah yang kita emban dan tentunya keberhasilan itu semua atas kehendak Allah Swt. keberhasilan dakwah tidak dinilai dengan banyaknya mad’u, namun dinilai dengan seberapa besar usaha kita dalam membumikan nilai-nilai Islam.
Dakwah dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, metode, apakah itu dakwah bil hal, dakwah bil lisan, dakwah bil kitabah dan sebagainya dari berbagai bentuk metode. Dakwah yang kita kenal semakin hari terus berkembang seiring dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam teknologi informasi (media massa) maka salah satu tantangan para da’i adalah berdakwah melalui multi media. Salah satu media yang sangat cepat perkembangannya dan mendunia adalah internet.
B.     Rumusan masalah
1.      Pengertian Tantangan dakwah pada Media Masa ?
2.      Problematika Dakwah masa kini ?
3.      Apa strategi dakwah di media masa ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian Tantangan dakwah pada media masa
2.      Mengetahui Problematika yang terjadi di dakwah masa kini ?
3.      Mengetahui strategi di media masa ?
4.      Kelebihan dan kelemahan media dakwah ?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Tantangan dakwah di masa kini
            Kini mercusuar peradaban Islam yang tinggi dan agung itu telah meredup, dunia kembali diselimuti kegelapan. Barat telah mencoba menggantikan peran Islam sebagai mercusuar dunia, tetapi kenyataanya justru menyebarkan virus yang membahayakan kehidupan, ketidakadilan, ketimpangan sosial dan ekonomi, kerusakan ekologi dan sumber daya alam, serta yang lebih penting lagi adalah kerusakan moral dan pemerataan kemaksiatan. Paham materialisme menjadi visi mereka tidak lebih dari sekadar pemuasan diri secara materi. Mereka menjadikan nafsu sebagai alat, motivasi, energi, sekaligus tujuan. Peradaban Barat yang dipaksakan baik secara halus maupun kasar melalui berbagai cara itu telah banyak menelan korban. Demi kepentingan ”ekonomi belaka” yang dibungkus dengan kemasan hak asasi manusia, satu per satu manusia diluluhlantakkan dan tidak perduli berapa juta nyawa yang menjadi korban eksploitasi ekonomi. Rakyatnya diadu domba, kekayaannya dirampok, penduduknya dibodohkan dan dimiskinkan. Imprealisme yang mereka lakukan justru pada abad yang mengagung-agungkan hak asasi manusia. Melalui sarana komunikasi dan informasi, majalah, televisi, dan internet tiap hari masyarakat muslim dicekoki pemikiran dan gaya hidup masyarakat Barat yang permisif (bebas nilai).
            Proses dakwah di media celluler juga merupakan media informasi yang cukup canggih dan trend di zaman sekarang. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya pemakaian celluler, mulai dari pengusaha sampai yang bukan pengusaha, bahkan seperti yang kita ketahui para pekerja yang dilihat kekurangan dalam taraf hidupnya, pelajar yang belum memiliki penghasilan dan pengangguran pun telah dapat menggunakan celluler, bahkan rata-rata telah memilikinya. Maka alangkah baik celluler dimanfaatkan sebagai media dakwah, yaitu dengan cara memanfaatkan fasilitas Multimmedia Messaging Service (MMS) sebagai media untuk mengirim pesan-pesan normatif. Dengan ber-SMS kita dapat berdakwah dengan biaya yang murah. Begitu juga dengan pelatihan Leadership Training mulai menggunakan LCD, OHP, dan beberapa alat canggih lainnya, dan itu sangat besar manfaatnya dalam kehidupan kita. Namun, kesemuanya itu hanya merupakan faktor-faktor ikutan yang otomatis akan terjadi jika umat Islam beriman dan bertaqwa dengan cara menegakan hukum-hukum Allah. Sebaliknya, keterpurukan dan penderitaan akan muncul jika kita memertuhankan benda-benda.
            Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dalam hal ini tidak pernah mencela dan menghambat umatnya untuk mempertinggi budaya dan kemampuan mereka. Hanya saja dalam mengejar kebahagiaan dunia jangan sampai melalaikan kehidupan akhirat dan mengingatkan kita agar tidk menjadi hamba materi sehingga mengakibatkan umat Islam terperosok terbawa dengan segala tipu daya barat yang mencengangkan. Kita telah mengetahui perkembangan teknologi dari negara barat dan itu merupakan peluang yang tidak dapat kita manfatkan untuk menyiarkan Islam secara modern atau memanfaatkan informasi teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah hal yang wajar-wajar saja.
            Tantangan itu muncul dalam berbagai bentuk kegiatan masyarakat modern, seperti perilaku dalam mendapatkan hiburan (entertainment), kepariwisataan dan seni dalam arti luas, yang semakin membuka peluang munculnya kerawanan – kerawanan moral dan etika. Kerawanan moral dan etik itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena disokong oleh kemajuan alat – alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran televisi, keeping – keeping VCD, jaringan Internet, dan sebagainya. Kemaksiatan itu senantiasa mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas, seperti maraknya perjudian, minum minuman keras, dan tindakan kriminal,  serta menjamurnya tempat-tempat hiburan, siang atau malam, yang semua itu diawali dengan penjualan dan pendangkalan budaya moral dan rasa malu. Tidak asing lagi, akhirnya di negeri yang berbudaya, beradat dan beragama ini, kemaksiatan yang berhubungan dengan apa yang dinamakan sex industry juga mengalami kemajuan, terutama setelah terbukanya turisme internasional di berbagai kawasan, hingga menjamah wilayah yang semakin luas dan menjarah semakin banyak generasi muda dan remaja yang kehilangan jati diri dan miskin iman dan ilmu.
            Hal yang terakhir ini semakin buruk dan mencemaskan perkembangannya karena hampir-hampir tidak ada lagi batas antara kota dan desa, semuanya telah terkontaminasi dalam eforia kebebasan yang tak kenal batas. Ledakan – ledakan informasi dan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang itu tidak boleh kita biarkan lewat begitu saja. Kita harus berusaha mencegah dan mengantisipasi dengan memperkuat benteng pertahanan aqidah yang berpadukan ilmu dan teknologi. Tidak sedikit korban yang berjatuhan yang membuat kemuliaan Islam semakin terancam dan masa depan generasi muda semakin suram. Apabila kita tetap lengah dan terbuai oleh kemewahan hidup dengan berbagai fasilitasnya, ketika itu pula secara perlahan kita meninggalkan petunjuk – petunjuk Allah yang sangat diperlukan bagi hati nurani setiap kita.

B.     Problematika Dakwah Masa Kini
            Metode dakwah Rasulullah SAW. pada awalnya dilakukan melalui pendekatan individual dengan mengumpulkan kaum kerabatnya di bukit Shafa. Kemudian berkembang melalui pendekatan kolektif seperti yang dilakukan saat berdakwah ke Thaif dan pada musim haji. Ada yang berpendapat bahwa berdakwah itu hukumnya fardhu kifayah, dengan menisbatkan pada lokasi-lokasi yang didiami para da’i dan muballigh. Artinya, jika pada satu kawasan sudah ada yang melakukan dakwah, maka dakwah ketika itu hukumnya fardhu kifayah. Tetapi jika dalam satu kawasan tidak ada orang yang melakukan dakwah padahal mereka mampu, maka seluruh penghuni kawasan itu berdosa di mata Allah.
            Dengan demikian, sebenarnya dakwah merupakan kewajiban dan tugas setiap individu. Hanya dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi di lapangan. Jadi pada dasarnya setiap muslim wajib melaksanakan dakwah Islamiyah, karena merupakan tugas ‘ubudiyah dan bukti keikhlasan kepada Allah SWT.. Penyampaian dakwah Islamiyah haruslah disempurnakan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga cahaya hidayah Allah SWT tidak terputus sepanjang masa. Para rasul dan nabi adalah tokoh – tokoh dakwah yang paling terkemuka dalam sejarah umat manusia, karena mereka dibekali wahyu dan tuntunan yang sempurna.
            Dibanding mereka, kita memang belum apa-apa. Akan tetapi sebagai da’i dan muballigh, kita wajib bersyukur karena telah memilih jalan yang benar, yakni bergabung bersama barisan para rasul dan nabi dalam menjalankan misi risalah Islamiyah. Konsekuensi dari pilihan itu kita harus senantiasa berusaha mengikuti jejak para nabi dan rasul dalam menggerakkan dakwah amar ma‘ruf nahi munkar, dalam kondisi dan situasi bagaimanapun. Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin hebat, baik yang bersifat internal maupun eksternal.

C.    Strategi Dakwah masa kini
Strategi
             Pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan management untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana tekhnik (cara) operasionalnya. Dengan demikian strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan (planning) dan management dakwah untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam mencapai tujuan tersebut strategi dakwah harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara tekhnik (taktik) harus dilakukan.

Dakwah
      Secara etimologi dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a, yad’u, dakwatan, yang berarti memanggil, mengundang atau mengajak.
            Secara terminologi Dakwah adalah perintah atau seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar.
            Dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.



       Media elektronik
            Media adalah media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat. Media elektronik adalah suatu proses penyampai pesan melalui alat – alat elaktronik baik yang berbentuk audio (radio), audio fisiul (TV) dan lain- lain.
            Perlu ada pengkaderan yang serius untuk memproduksi juru-juru dakwah dengan Strategi dalam berdakwah disini, bisa kita masukan di dalam berbagai media. Baik itu media televisi, media radio dan media cetak. Dengan cara memasukkan dakwah dalam suatu acara yang akan kita tampilkan di media. Media cetak juga merupakan salah satu sarana dalam berdakwah , dan strateginya adalah dengan cara membuat tulisan-tulisan, catatan-catatan dan sejarah-sejarah yang ada hubungannya dengan dakwah. Sehingga masyarakat yang tidak bisa menikmati media televisi, dan radio bisa menjangkau dengan media cetak ini. Media cetak pun sangat efektif untuk berdakwah, karena seluruh masyarakat pada zaman sekarang ini mayoritas sudah bisa membaca dan tulis. Dan sudah menjadi kebutuhan pada umumnya.
            Perkembangan hidup masyarakat moden yang begitu membangun dengan kepesatan kemajuan ilmu dan teknologi yang tiada sempadan seperti komunikasi dan liputan informasi yang tiada hadnya membawa keimbangan sahsiah keagamaan seseorang muslim merosot. Tambahan lagi, keunggulan industri teknologi telah mampu menghasilkan alat-alat komunikasi yang begitu murah dan pantas pada masa yang singkat yang sekaligus mempengaruhi penggunanya. Dunia hiburan khasnya, berkembang dengan pesat dengan memberikan hiburan secara ’live’ dan ’record’, cetak atau elektonik. Oleh itu, siaran itu bukan sahaja dapat membimbing umat Islam kepada pengamalan agama tetapi ia juga sebagai salah satu wadah untuk menjayakan program-program pembinaan keagamaan. Oleh sebab itu, para pemilik program siaran keagamaan haruslah mengetahui strategi dan target sasaran dakwahnya serta mengetahu cara untuk melaksanakan program itu dengan sebaik-baiknya. Mengetahui kelompok sasaran utama dan menguasai dengan baik siaran agama yang hendak disampaikan adalah cara yang penting untuk meningkatkan prestasi yang maksimum dalam usaha menjayakan program-program keagamaan.

            Selain itu,media elektonik yang seterusnya adalah televisyen. Seperti yang kita tahu televisyen merupakan salah satu cara untuk berdakwah dengan adanya sistem elektronik yang menyiarkan gambar-gambar yang berbentuk suara, sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara kedalam gelombang elektronik yang dapat didengar. Televisyen sememangnya mempunyai kelebihan yang tersendiri dalam berdakwah kerana media televisyen mempunyai jangkauan yang sangat luas sehingga dakwah dapat diperluaskan ke tempat yang lebih jauh. Selain itu, media televisyen juga mampu membawa dakwahnya kepada jumlah penduduk yang sangat besar yang mana komunikasi dakwah tersebar dengan mendapat pengaruh yang positif dalam aktiviti berdakwah. Seseorang pendakwah yang berdakwah kepada target pendengarnya boleh menjangkau puluhan juta penduduk dalam satu sesi acara berdakwah seperti ceramah. Media televisyen juga mampu untuk menampung pelbagai cara dakwah yang memberi peluang kepada pendakwah untuk memberi dakwah secara efektif. Media televisyen yang sememangnya bersifat audio visual memungkinkan dakwah dapat dilakukan dengan perbincangan sekaligus yang berbentuk visual bergambar.
Namun begitu,selain daripada memiliki kelebihan seperti yang disebutkan, dakwah melalui televisyen juga mempunyai persepsi yang negatif. Contohnya dapat dilihat sinetron Indonesia yang telah dipaparkan berkembang besar dari segi jumlah penontonnya. Ceritanya hanya memfokuskan kepada mimpi yang jauh dari kenyataan sebenar. Begitu juga, cerita-cerita yang ditunjukan drama seperti Amerika Latin,Thailand dan Philipina. Berbeza dengan India yang mempunyai budaya yang kuat dan konsisten. Sedangkan Indonesia seringkali mencontohi Bevely Hills, plot yang berbentuk konflik, Melrose Place dan lain-lain. Walaubagaimanapun, televisyen merupakan satu keperluan manusia pada zaman moden ini.
            Disamping itu, alat elektronik seperti radio juga dikatakan sebagai salah satu strategi untuk berdakwah. Radio yang membawa maksud penyampaian informasi dengan memanfaatkan gelombang yang mempunyai frequensi yang berupa suara adalah cara yang baik untuk berdakwah. Radio juga mempunyai kelebihan dalam berdakwah seperti mempunyai kelebihan yang pantas dan tepat daripada televisyen menyampaikan informasi kepada orang ramai tanpa mempunyai proses yang rumit atau memerlukan waktu yang banyak seperti televisyen dan media elektronik lain.
            Secara keseluruhannya, media elektronik memainkan peranan penting sebagai alat penyampai  informasi atau komunikasi. Peranannya yang besar menempatkan media elektronik sebagai keperluan manusia dalam kehidupannya. Bahkan, dalam perkembangan di Malaysia, media elektronik sudah menjadi keperluan sekunder yang hampir tersebar luas diseluruh Asia.
D.    Kelemahan dan Kelebihan Media Dakwah
1. Kelebihan:
 a. Cepat dan Langsung.
            Radio adalah sarana tercepat, lebih cepat daripada Koran dan TV dalam menyampaikan informasi kepada publik tanpa melalui proses yang rumit dan butuh waktu yang banyak seperti siaran TV atau sajian media cetak. Hanya dengan melalui telepon, reporter radio dapat secara langsung menyampaikan berita atau melaporkan peristiwa yang ada di lapangan.
      b. Akrab.
      Radio adalah alat yang akrab dengan pemiliknya. Kita jarang sekali duduk dalam satu grup dalam mendengarkan radio, tetapi biasanya mendengarkannya dilakukan sendirian, seperti di mobil, di kamar tidur, dan sebagainya.
     c. Dekat.
      Suara penyiar radio hadir di rumah dan sangat dekat dengan pendengar. Pembicaraan langsung menyentuh aspek pribadi.


   d. Hangat.
      Paduan kata-kata, efek suara dan musik dalam siaran radio mampu mempengaruhi emosi pendengar.
  e.  Sederhana.
      Proses siaran radio tidak rumit, tidak banyak pernik, baik bagi pengelola atau pendengar.
  f.  Tanpa Batas.
       Siaran radio menembus batas-batas geografis, SARA (Suku, Agama, Ras, antar golongan), dan kelas sosial.
       h.  Murah.
            Dibandingkan dengan berlangganan media cetak atau membeli alat televisi, pesawat radio relatif lebih murah. Pendengar pun tidak dipungut biaya sepeserpun untuk mendengarkan radio.
i.                    Fleksibel.
            Siaran radio dapat dinikmati sambil mengerjakan hal lain atau tanpa mengganggu aktivitas yang lain, seperti memasak, mengemudi, dan lainnya.

2.  Kelemahan :

a.      Selintas.
            Siaran radio cepat hilang dan gampang dilupakan. Pendengar tidak bisa mengulang apa yang didengarnya, tidak bisa seperti membaca Koran yang bisa mengulang bacaannya dari awal tulisannya.
b.      Global.
            Sajian informasi radio bersifat global, tidak detail, karena angka-angka dibulatkan. Misalkan penyiar akan menyebutkan “seribu orang lebih “ untuk angka 1.053 orang.
c.       Batasan Waktu.
            Waktu siaran radio relatif terbatas, hanya 24 jam sehari, berbeda dnegan surat kabar yang mampu menambah jumlah halaman dengan bebas. 
d.      Beralur Linear.
            Program disajikan dan dinikmati pendengar berdasarkan urutan yang sudah ada, tidak bisa meloncat-loncat. Berbeda dengan membaca, dapat langsung menuju halaman akhir, awal atau tengah.
e.       Mengandung Gangguan.
Seperti timbul tenggelam dan gangguan teknis.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Melihat persoalan ummat Islam di atas, nampaknya dakwah Islam harus dilakukan dengan upaya yang serius dan tidak hanya cukup dilakukan dengan dakwah bil lisan, dakwah yang dibutuhkan adalah kerja nyata yang mampu menimbulkan perubahan-perubahan sosial kemasyarakatan dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan umat. Mudah-mudahan Allah SWT. senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk agar kita tidak salah pilih dan tidak terlambat, insya Allah.
Media elektronika mempunyai peranan yang besar dan luas sekali sebagai alat penyampai informasi maupun sebagai alat komunikasi. Peranannya yang besar dan luas ini menempatkan posisinya begitu penting dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya. Bahkan dalam perkembangannya di Indonesia, media elektronika sudah bukan merupakan kebutuhan sekunder melainkan sudah menjadi kebutuhan primer. Internet, TV dan radio hampir tersebar merata keseluruh nusantara,
           
Sisi lain dari peran elektronik adalah efektif dan efisien, terutama dalam hal biaya, tenaga dan waktu. Seorang mubaligh cukup berbicara di TV, radio atau menulis di website dalam waktu seketika informasi tersebut sudah dapat dipantau oleh sekian puluh juta orang. Begitu pula suatu ide atau gagasan yang hendak disampaikan kepada kelompok masyarakat tertentu bahkan yang jauh dipelosok, tidak diperlukan lagi biaya besar untuk mendatangi kelompok-kelompok tersebut melainkan cukup disampaikan melalui media baik internet, TV, dan radio.




DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Anas, Paradigma Dakwah Kontemporer, WaliSongo Press IAIN Walisongo,Semarang,
Didin Hafidhuddin; media massa dakwah, Jakarta, 2006
Zulkiple Abd. Ghani; islam, komunikasi dan tekhnologi maklumat, Jakarta, 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar