MAKALAH
“TANTANGAN DAN STRATEGI DAKWAH PADA MEDIA MASA”
Diajukan sebagai salah satu Tugas UAS MataKuliah Jurnalisme Dakwah
Oleh :
Ilna Sri Rahmawati
NIM : 1134020058
KPI/III/B
PROGRAM STUDI JURNALISME DAKWAH
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG 2014
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Puji
syukur yang dalam saya sampaikan ke hadiran Allah Yang Maha Pemurah, karena
berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam makalah ini saya membahas “Tantangan dan strategi dakwah di masa kini”,
suatu permasalahan yang selalu dialami bagi masyarakat di era globalisasi ini.
Alhamdulillah,
berkat rahmat dan hidayah Allah SWT., akhirnya saya dapat menyelsaikan tugas
makalah yg di berikan oleh bapak dosen.
Saya
pun menyadari bahwa sebagai manusia memiliki keterbatasan, tentu hasil kerja
saya ini tidak mungkin luput dari kekurangan. Dengan semangat amar makruf dan
upaya saya senantiasa pemikiran anda sebagai kontribusi sehingga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah meridai hasil kerja saya.
Amin ya
rabbal ‘alamin.
Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,
Bandung,
20 Desember 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................i
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................i
DAFTAR
ISI..........................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................1
A. Latar belakang .................................................................................................................................1
B. Rumusan masalah ..........................................................................................................................1
C. Tujuan penelitian ............................................................................................................................1
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................1
A. Latar belakang .................................................................................................................................1
B. Rumusan masalah ..........................................................................................................................1
C. Tujuan penelitian ............................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................................2
A. Pengertian tantangan dakwah di masa kini.................................................................................2
B. Problematika dakwah di masa kini...............................................................................................4
A. Pengertian tantangan dakwah di masa kini.................................................................................2
B. Problematika dakwah di masa kini...............................................................................................4
C.
Strategi dakwah masa kini…………………….........................………………………………....5
1.
Strategi………………………………….………………………………………………...............5
2.
Dakwah…………………...............................................................................................................5
D. kelemahan dan kelebihan dakwah di masa kini……………………………….............…….....8
1.
Kelebihan
dakwah…………………………………………………………………….................8
2.
Kelemahan
dakwah………….............................................………………………………..........9
BAB III PENUTUP………………………………….………………….....………….....……….…10
A.
Kesimpulan…………………………...……………………………………………..........…….10
DAFTAR PUSTAKA………………………………..………………………………………...........11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
masalah
Dakwah merupakan kewajiban dari
setiap orang yang mengaku dirinya muslim, da’wah tidak hanya harus tampil di
atas podium, tidak harus dalam bentuk ceramah ataupun pidato, namun dakwah
mencakup segala aspek, baik itu dakwah yang dilakukan dengan perkataan, perbuatan
ataupun dalam bentuk contoh yang baik. Adapun aspek yang terkait dengan dakwah
adalah adanya da’I, mad’u, materi dan media. Atinya media ini sangat mempengaruhi pola serta
laju dakwah yang kita emban dan tentunya keberhasilan itu semua atas kehendak
Allah Swt. keberhasilan dakwah tidak dinilai dengan banyaknya mad’u, namun
dinilai dengan seberapa besar usaha kita dalam membumikan nilai-nilai Islam.
Dakwah dapat
dilaksanakan dalam berbagai bentuk, metode, apakah itu dakwah bil hal, dakwah
bil lisan, dakwah bil kitabah dan sebagainya dari berbagai bentuk metode.
Dakwah yang kita kenal semakin hari terus berkembang seiring dengan
perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam teknologi informasi
(media massa) maka salah satu tantangan para da’i adalah berdakwah melalui
multi media. Salah satu media yang sangat cepat perkembangannya dan mendunia
adalah internet.
B.
Rumusan masalah
1.
Pengertian Tantangan dakwah pada Media Masa ?
2.
Problematika Dakwah masa kini ?
3.
Apa strategi dakwah di media masa ?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui pengertian Tantangan dakwah pada
media masa
2.
Mengetahui Problematika yang terjadi di dakwah
masa kini ?
3.
Mengetahui strategi di media masa ?
4.
Kelebihan dan kelemahan media dakwah ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Tantangan
dakwah di masa kini
Kini mercusuar peradaban Islam yang
tinggi dan agung itu telah meredup, dunia kembali diselimuti kegelapan. Barat
telah mencoba menggantikan peran Islam sebagai mercusuar dunia, tetapi
kenyataanya justru menyebarkan virus yang membahayakan kehidupan, ketidakadilan,
ketimpangan sosial dan ekonomi, kerusakan ekologi dan sumber daya alam, serta
yang lebih penting lagi adalah kerusakan moral dan pemerataan kemaksiatan.
Paham materialisme menjadi visi mereka tidak lebih dari sekadar pemuasan diri
secara materi. Mereka menjadikan nafsu sebagai alat, motivasi, energi,
sekaligus tujuan. Peradaban Barat yang dipaksakan baik secara halus maupun
kasar melalui berbagai cara itu telah banyak menelan korban. Demi kepentingan
”ekonomi belaka” yang dibungkus dengan kemasan hak asasi manusia, satu per satu
manusia diluluhlantakkan dan tidak perduli berapa juta nyawa yang menjadi
korban eksploitasi ekonomi. Rakyatnya diadu domba, kekayaannya dirampok,
penduduknya dibodohkan dan dimiskinkan. Imprealisme yang mereka lakukan justru pada
abad yang mengagung-agungkan hak asasi manusia. Melalui sarana komunikasi dan informasi, majalah,
televisi, dan internet tiap hari masyarakat muslim dicekoki pemikiran dan gaya
hidup masyarakat Barat yang permisif (bebas nilai).
Proses dakwah di media celluler juga
merupakan media informasi yang cukup canggih dan trend di zaman
sekarang. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya pemakaian celluler, mulai
dari pengusaha sampai yang bukan pengusaha, bahkan seperti yang kita ketahui
para pekerja yang dilihat kekurangan dalam taraf hidupnya, pelajar yang belum
memiliki penghasilan dan pengangguran pun telah dapat menggunakan celluler,
bahkan rata-rata telah memilikinya. Maka alangkah baik celluler dimanfaatkan
sebagai media dakwah, yaitu dengan cara memanfaatkan fasilitas Multimmedia
Messaging Service (MMS) sebagai media untuk mengirim pesan-pesan normatif.
Dengan ber-SMS kita dapat berdakwah dengan biaya yang murah. Begitu juga dengan
pelatihan Leadership Training mulai menggunakan LCD, OHP, dan beberapa alat
canggih lainnya, dan itu sangat besar manfaatnya dalam kehidupan kita. Namun,
kesemuanya itu hanya merupakan faktor-faktor ikutan yang otomatis akan terjadi
jika umat Islam beriman dan bertaqwa dengan cara menegakan hukum-hukum Allah.
Sebaliknya, keterpurukan dan penderitaan akan muncul jika kita memertuhankan
benda-benda.
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dalam hal ini tidak pernah
mencela dan menghambat umatnya untuk mempertinggi budaya dan kemampuan mereka.
Hanya saja dalam mengejar kebahagiaan dunia jangan sampai melalaikan kehidupan
akhirat dan mengingatkan kita agar tidk menjadi hamba materi sehingga
mengakibatkan umat Islam terperosok terbawa dengan segala tipu daya barat yang
mencengangkan. Kita telah mengetahui perkembangan teknologi dari negara barat
dan itu merupakan peluang yang tidak dapat kita manfatkan untuk menyiarkan
Islam secara modern atau memanfaatkan informasi teknologi yang berkembang pesat
saat ini adalah hal yang wajar-wajar saja.
Tantangan itu muncul dalam berbagai
bentuk kegiatan masyarakat modern, seperti perilaku dalam mendapatkan hiburan
(entertainment), kepariwisataan dan seni dalam arti luas, yang semakin membuka
peluang munculnya kerawanan – kerawanan moral dan etika. Kerawanan moral dan
etik itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena disokong
oleh kemajuan alat – alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran televisi,
keeping – keeping VCD, jaringan Internet, dan sebagainya. Kemaksiatan itu
senantiasa mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas, seperti maraknya
perjudian, minum minuman keras, dan tindakan kriminal, serta menjamurnya
tempat-tempat hiburan, siang atau malam, yang semua itu diawali dengan
penjualan dan pendangkalan budaya moral dan rasa malu. Tidak asing lagi,
akhirnya di negeri yang berbudaya, beradat dan beragama ini, kemaksiatan yang
berhubungan dengan apa yang dinamakan sex industry juga mengalami
kemajuan, terutama setelah terbukanya turisme internasional di berbagai
kawasan, hingga menjamah wilayah yang semakin luas dan menjarah semakin banyak
generasi muda dan remaja yang kehilangan jati diri dan miskin iman dan ilmu.
Hal yang terakhir ini semakin buruk
dan mencemaskan perkembangannya karena hampir-hampir tidak ada lagi batas
antara kota dan desa, semuanya telah terkontaminasi dalam eforia kebebasan yang
tak kenal batas. Ledakan – ledakan informasi dan kemajuan teknologi dalam
berbagai bidang itu tidak boleh kita biarkan lewat begitu saja. Kita harus
berusaha mencegah dan mengantisipasi dengan memperkuat benteng pertahanan
aqidah yang berpadukan ilmu dan teknologi. Tidak sedikit korban yang berjatuhan
yang membuat kemuliaan Islam semakin terancam dan masa depan generasi muda
semakin suram. Apabila kita tetap lengah dan terbuai oleh kemewahan hidup
dengan berbagai fasilitasnya, ketika itu pula secara perlahan kita meninggalkan
petunjuk – petunjuk Allah yang sangat diperlukan bagi hati nurani setiap kita.
B.
Problematika
Dakwah Masa Kini
Metode dakwah Rasulullah SAW. pada
awalnya dilakukan melalui pendekatan individual dengan mengumpulkan kaum
kerabatnya di bukit Shafa. Kemudian berkembang melalui pendekatan kolektif
seperti yang dilakukan saat berdakwah ke Thaif dan pada musim haji. Ada yang
berpendapat bahwa berdakwah itu hukumnya fardhu kifayah, dengan menisbatkan
pada lokasi-lokasi yang didiami para da’i dan muballigh. Artinya,
jika pada satu kawasan sudah ada yang melakukan dakwah, maka dakwah ketika itu
hukumnya fardhu kifayah. Tetapi jika dalam satu kawasan tidak ada orang yang
melakukan dakwah padahal mereka mampu, maka seluruh penghuni kawasan itu
berdosa di mata Allah.
Dengan demikian, sebenarnya dakwah
merupakan kewajiban dan tugas setiap individu. Hanya dalam pelaksanaannya
disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi di lapangan. Jadi pada dasarnya setiap
muslim wajib melaksanakan dakwah Islamiyah, karena merupakan tugas ‘ubudiyah
dan bukti keikhlasan kepada Allah SWT.. Penyampaian dakwah Islamiyah
haruslah disempurnakan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga
cahaya hidayah Allah SWT tidak terputus sepanjang masa. Para rasul dan nabi
adalah tokoh – tokoh dakwah yang paling terkemuka dalam sejarah umat manusia,
karena mereka dibekali wahyu dan tuntunan yang sempurna.
Dibanding mereka, kita memang belum
apa-apa. Akan tetapi sebagai da’i dan muballigh, kita wajib
bersyukur karena telah memilih jalan yang benar, yakni bergabung bersama
barisan para rasul dan nabi dalam menjalankan misi risalah Islamiyah.
Konsekuensi dari pilihan itu kita harus senantiasa berusaha mengikuti jejak
para nabi dan rasul dalam menggerakkan dakwah amar ma‘ruf nahi munkar,
dalam kondisi dan situasi bagaimanapun. Persoalan yang kita hadapi sekarang
adalah tantangan dakwah yang semakin hebat, baik yang bersifat internal maupun
eksternal.
C.
Strategi Dakwah
masa kini
Strategi
Pada
hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan management untuk mencapai suatu
tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi
sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus
menunjukkan bagaimana tekhnik (cara) operasionalnya. Dengan demikian strategi
dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan (planning) dan management dakwah
untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam mencapai tujuan tersebut strategi dakwah
harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara tekhnik (taktik) harus
dilakukan.
Dakwah
Secara etimologi dakwah berasal dari bahasa
Arab, yaitu da’a, yad’u, dakwatan, yang berarti memanggil, mengundang atau
mengajak.
Secara terminologi Dakwah adalah
perintah atau seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang
ajaran Allah yang benar.
Dakwah adalah menyeru manusia kepada
kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
Media elektronik
Media adalah media adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat. Media
elektronik adalah suatu proses penyampai pesan melalui alat – alat elaktronik
baik yang berbentuk audio (radio), audio fisiul (TV) dan lain- lain.
Perlu ada pengkaderan
yang serius untuk memproduksi juru-juru dakwah dengan Strategi dalam berdakwah disini,
bisa kita masukan di dalam berbagai media. Baik itu media televisi, media radio
dan media cetak. Dengan cara memasukkan dakwah dalam suatu acara yang akan kita
tampilkan di media. Media cetak juga merupakan salah satu sarana dalam
berdakwah , dan strateginya adalah dengan cara membuat tulisan-tulisan,
catatan-catatan dan sejarah-sejarah yang ada hubungannya dengan dakwah.
Sehingga masyarakat yang tidak bisa menikmati media televisi, dan radio bisa
menjangkau dengan media cetak ini. Media cetak pun sangat efektif untuk
berdakwah, karena seluruh masyarakat pada zaman sekarang ini mayoritas sudah
bisa membaca dan tulis. Dan sudah menjadi kebutuhan pada umumnya.
Perkembangan
hidup masyarakat moden yang begitu membangun dengan kepesatan kemajuan ilmu dan
teknologi yang tiada sempadan seperti komunikasi dan liputan informasi yang
tiada hadnya membawa keimbangan sahsiah keagamaan seseorang muslim merosot.
Tambahan lagi, keunggulan industri teknologi telah mampu menghasilkan alat-alat
komunikasi yang begitu murah dan pantas pada masa yang singkat yang sekaligus
mempengaruhi penggunanya. Dunia hiburan khasnya, berkembang dengan pesat dengan
memberikan hiburan secara ’live’ dan ’record’,
cetak atau elektonik. Oleh itu, siaran itu bukan sahaja dapat membimbing umat
Islam kepada pengamalan agama tetapi ia juga sebagai salah satu wadah untuk
menjayakan program-program pembinaan keagamaan. Oleh sebab itu, para pemilik
program siaran keagamaan haruslah mengetahui strategi dan target sasaran
dakwahnya serta mengetahu cara untuk melaksanakan program itu dengan
sebaik-baiknya. Mengetahui kelompok sasaran utama dan menguasai dengan baik
siaran agama yang hendak disampaikan adalah cara yang penting untuk
meningkatkan prestasi yang maksimum dalam usaha menjayakan program-program
keagamaan.
Selain itu,media elektonik yang
seterusnya adalah televisyen. Seperti yang kita tahu televisyen merupakan salah
satu cara untuk berdakwah dengan adanya sistem elektronik yang menyiarkan
gambar-gambar yang berbentuk suara, sistem ini menggunakan peralatan yang
mengubah cahaya dan suara kedalam gelombang elektronik yang dapat didengar.
Televisyen sememangnya mempunyai kelebihan yang tersendiri dalam berdakwah
kerana media televisyen mempunyai jangkauan yang sangat luas sehingga dakwah
dapat diperluaskan ke tempat yang lebih jauh. Selain itu, media televisyen juga
mampu membawa dakwahnya kepada jumlah penduduk yang sangat besar yang mana
komunikasi dakwah tersebar dengan mendapat pengaruh yang positif dalam aktiviti
berdakwah. Seseorang pendakwah yang berdakwah kepada target pendengarnya boleh
menjangkau puluhan juta penduduk dalam satu sesi acara berdakwah seperti
ceramah. Media televisyen juga mampu untuk menampung pelbagai cara dakwah yang
memberi peluang kepada pendakwah untuk memberi dakwah secara efektif. Media
televisyen yang sememangnya bersifat audio visual memungkinkan dakwah dapat
dilakukan dengan perbincangan sekaligus yang berbentuk visual bergambar.
Namun begitu,selain daripada memiliki kelebihan
seperti yang disebutkan, dakwah melalui televisyen juga mempunyai persepsi yang
negatif. Contohnya dapat dilihat sinetron Indonesia yang telah dipaparkan
berkembang besar dari segi jumlah penontonnya. Ceritanya hanya memfokuskan
kepada mimpi yang jauh dari kenyataan sebenar. Begitu juga, cerita-cerita yang
ditunjukan drama seperti Amerika Latin,Thailand dan Philipina. Berbeza dengan
India yang mempunyai budaya yang kuat dan konsisten. Sedangkan Indonesia seringkali
mencontohi Bevely Hills, plot yang berbentuk konflik, Melrose Place dan
lain-lain. Walaubagaimanapun, televisyen merupakan satu keperluan manusia pada
zaman moden ini.
Disamping itu, alat elektronik
seperti radio juga dikatakan sebagai salah satu strategi untuk berdakwah. Radio
yang membawa maksud penyampaian informasi dengan memanfaatkan gelombang yang
mempunyai frequensi yang berupa suara adalah cara yang baik untuk berdakwah.
Radio juga mempunyai kelebihan dalam berdakwah seperti mempunyai kelebihan yang
pantas dan tepat daripada televisyen menyampaikan informasi kepada orang ramai
tanpa mempunyai proses yang rumit atau memerlukan waktu yang banyak seperti
televisyen dan media elektronik lain.
Secara keseluruhannya, media
elektronik memainkan peranan penting sebagai alat penyampai informasi atau komunikasi. Peranannya yang
besar menempatkan media elektronik sebagai keperluan manusia dalam
kehidupannya. Bahkan, dalam perkembangan di Malaysia, media elektronik sudah
menjadi keperluan sekunder yang hampir tersebar luas diseluruh Asia.
D.
Kelemahan
dan Kelebihan Media Dakwah
1. Kelebihan:
a. Cepat
dan Langsung.
Radio adalah sarana tercepat, lebih
cepat daripada Koran dan TV dalam menyampaikan informasi kepada publik tanpa
melalui proses yang rumit dan butuh waktu yang banyak seperti siaran TV atau
sajian media cetak. Hanya dengan melalui telepon, reporter radio dapat secara
langsung menyampaikan berita atau melaporkan peristiwa yang ada di lapangan.
b. Akrab.
Radio
adalah alat yang akrab dengan pemiliknya. Kita jarang sekali duduk dalam satu
grup dalam mendengarkan radio, tetapi biasanya mendengarkannya dilakukan
sendirian, seperti di mobil, di kamar tidur, dan sebagainya.
c. Dekat.
Suara
penyiar radio hadir di rumah dan sangat dekat dengan pendengar. Pembicaraan
langsung menyentuh aspek pribadi.
d. Hangat.
Paduan
kata-kata, efek suara dan musik dalam siaran radio mampu mempengaruhi emosi
pendengar.
e. Sederhana.
Proses
siaran radio tidak rumit, tidak banyak pernik, baik bagi pengelola atau
pendengar.
f. Tanpa
Batas.
Siaran radio menembus batas-batas geografis,
SARA (Suku, Agama, Ras, antar golongan), dan kelas sosial.
h. Murah.
Dibandingkan dengan berlangganan
media cetak atau membeli alat televisi, pesawat radio relatif lebih murah.
Pendengar pun tidak dipungut biaya sepeserpun untuk mendengarkan radio.
i.
Fleksibel.
Siaran radio dapat dinikmati sambil
mengerjakan hal lain atau tanpa mengganggu aktivitas yang lain, seperti
memasak, mengemudi, dan lainnya.
2. Kelemahan :
a.
Selintas.
Siaran radio cepat hilang dan gampang
dilupakan. Pendengar tidak bisa mengulang apa yang didengarnya, tidak bisa
seperti membaca Koran yang bisa mengulang bacaannya dari awal tulisannya.
b.
Global.
Sajian informasi radio bersifat
global, tidak detail, karena angka-angka dibulatkan. Misalkan penyiar akan
menyebutkan “seribu orang lebih “ untuk angka 1.053 orang.
c.
Batasan Waktu.
Waktu siaran radio relatif terbatas,
hanya 24 jam sehari, berbeda dnegan surat kabar yang mampu menambah jumlah
halaman dengan bebas.
d.
Beralur Linear.
Program disajikan dan dinikmati
pendengar berdasarkan urutan yang sudah ada, tidak bisa meloncat-loncat.
Berbeda dengan membaca, dapat langsung menuju halaman akhir, awal atau tengah.
e.
Mengandung
Gangguan.
Seperti timbul tenggelam dan gangguan teknis.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Melihat persoalan ummat Islam di
atas, nampaknya dakwah Islam harus dilakukan dengan upaya yang serius dan tidak
hanya cukup dilakukan dengan dakwah bil lisan, dakwah yang dibutuhkan
adalah kerja nyata yang mampu menimbulkan perubahan-perubahan sosial
kemasyarakatan dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan umat. Mudah-mudahan
Allah SWT. senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk agar kita tidak salah
pilih dan tidak terlambat, insya Allah.
Media elektronika mempunyai peranan yang besar
dan luas sekali sebagai alat penyampai informasi maupun sebagai alat
komunikasi. Peranannya yang besar dan luas ini menempatkan posisinya begitu
penting dan dibutuhkan manusia dalam kehidupannya. Bahkan dalam perkembangannya
di Indonesia, media elektronika sudah bukan merupakan kebutuhan sekunder
melainkan sudah menjadi kebutuhan primer. Internet, TV dan radio hampir
tersebar merata keseluruh nusantara,
Sisi lain dari peran elektronik adalah efektif
dan efisien, terutama dalam hal biaya, tenaga dan waktu. Seorang mubaligh cukup
berbicara di TV, radio atau menulis di website dalam waktu seketika informasi
tersebut sudah dapat dipantau oleh sekian puluh juta orang. Begitu pula suatu
ide atau gagasan yang hendak disampaikan kepada kelompok masyarakat tertentu
bahkan yang jauh dipelosok, tidak diperlukan lagi biaya besar untuk mendatangi
kelompok-kelompok tersebut melainkan cukup disampaikan melalui media baik internet,
TV, dan radio.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Anas, Paradigma Dakwah Kontemporer,
WaliSongo Press IAIN Walisongo,Semarang,
Didin
Hafidhuddin; media massa dakwah, Jakarta, 2006
Zulkiple
Abd. Ghani; islam, komunikasi dan tekhnologi maklumat, Jakarta, 2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar