PROPOSAL PENELITIAN METODE DAKWAH “RABBANI”
Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Akhir Semester pada
Matakuliah Metodologi Dakwah
disusun oleh
ILNA SRI RAHMAWATI
NIM 1134020058
KPI/III/B
PROGRAM STUDI METODOLOGI DAKWAH
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pakaian/jilbab (Dalam pandangan islam) melindungi muslimah
dari berbagai godaan yang muncul dari pihak laki-laki. Berbeda dengan dunia
Barat mengidentikkan pakaian sebagai ekspresi keindahan wanita dan dijadikan
alat untuk menarik kaum pria.Selain itu, Jilbab memiliki dampak psikologis pada
pemakaiannya. Ia akan selalu menyesuaikan sikapnya sesuai rel-rel agama dan
berfikir untuk hidup secara kafah sesuai ajaran islam. Pemakaian jilbab akan
berfikir seribu kali untuk melakukan perbuatan maksiat. Atau setidaknya ia akan
merasa sungkan jika harus bertindak tidak senonoh di depan orang banyak
sementara dirinya memakai jilbab.
B.
Rumusan Masalah
1)
Apa
tujuan awal didirikan Rabbani ?
2)
Tahun
berapa didirikannya Rabbani ?
3)
Bagaimana
Rabbani mempopolerkan kerudungnya ?
4)
Apakah
kemudian Rabbani semakin menambah produknya ?
5)
Apa
yang membedakan produk Rabbani dengan produk yang lain
C.
Tujuan penelitian
Agar pembaca dan generasi muda lebih menyadari bahwa pemakaian
Jilbab sangat penting dan akan berfikir seribu kali untuk melakukan perbuatan
maksiat atau setidaknya ia akan merasa sungkan jika harus bertindak tidak
senonoh di depan orang banyak sementara dirinya memakai jilbab. Namun, tak
jarang kaum muslimah yang hendak memakai jilbab harus menempuh jalan terjal
berliku. Berbagai tantangan dan rintangan harus disongsongnya untuk
mempertahankan identitas muslimahnya tersebut. Pemakaian jilbab adalah murni
hidayah dari Allah swt. Jika ada beberapa muslimah yang memakai jilbabnya belum
sempurna, biarkanlah karna itu merupakan suatu proses, harus adanya kesadaran
individu yang tinggi.
Adapun kaidah-kaidah syar’i yang harus dipenuhi antara lain :
1.
Menutup
seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.
2.
Tidak
memakai hiasan berlebih-lebihan.
3.
Kainnya
harus tebal, tidak tipis.
4.
Longgar,
tidak ketat dan tipis sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.
5.
Tidak
menyerupai laki-laki.
D.
Kajian Pustaka
a. Landasan Teori
Rabbani mulai
diterima masyarakat dan mulai memiliki pelanggan yang semakin banyak, sehingga
outlet tidak mampu lagi menampung konsumen dan pelanggan yang membludak,
akhirnya pada tahun 9192.an Rabbani senantiasa [1]mengembangkan
strategi pemasarannya dan beradaftasi dengan perkembangan zaman.
Seiring era globalisasi, setiap muslimah ingin tampil
menarik. Dulu jilbab terkesan ekslusif dengan motif itu-itu saja. Kini,
desainer mengubah modelnya menjadi lebih indah. Namun, yang perlu di perhatikan
dan tidak kalah pentingnya yaitu masalah syar’i. Busana muslimah tidak bisa
dirancang asal indah, modis, dan rapi, tapi harus dirancang sesuai kaidah yang
telah termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Sah sahnya saja jilbab dirancang
dengan beragam corak dan beraneka warna, tapi syarat-syarat agama hendaknya
tidak terlewatkan. Model jilbab jangan berjalan di tempat, norak dan kampungan
, tapi harus di desain menarik dan enak dipandang. Selain itu, jilbab pun harus
dirancang sempurna sesuai agama yaitu menutupi aurat, tidak tipis, dan
transparan. Mode dan kaidah agama harus dipadukan.
b.
Hipotesis
Dalam ajaran islam, wanita harus menutup aurat. Hal ini
berdasarkan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ketika suatu saat Rosululloh
sedang berada di rumah, adik ipar beliau yang bernama Asma lewat di depannya
dengan baju agak ketat dan tipis, lalu Rosululloh saw. Berkata : “Wahai asma,
apabila seorang anak perempuan sudah haid/baligh, tidak boleh terlihat anggota
badannya kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang disebut dengan aurat,”
Sebagaimana hadits Rosululloh saw.pakaian muslimah itu
tidak boleh ketat dan tipis. Tapi kalau ada yang memakai pakaian tetapi ketat
atau tipis, itu masih lebih baik dari pada terbuka. Namun, kita juga harus
berusaha mengubah hal tersebut.
E.
Metode Penelitian
1.
Penelitian Lapangan
Rabbani ingin
menunjukan bahwa wanita yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat
juga dapat tampil gaya, trendy namun sopan dan syar’i. Kendati Demikian,
Rabbani juga menghadapi tantangan yang sangat besar, karena pada waktu itu
wanita yang memakai busana muslim masih jarang serta belum menjadi trend.
Namun, keadaan tersebut tidak menjadikan professor kerudung Rabbani sebagai
hambatan, malah dijadikan sebagai tantangan untuk bisa mendobrak trend mode. Dalam
busana muslimah ada dua prinsip pokok yaitu untuk pribadi dan keluarga. Untuk
pribadi, pakaian itu merupakan budaya dan harus menutup aurat. Untuk keluarga,
fungsi pakaian itu menjaga tubuh dari penyakit. Renaisance atau kebangkitan
Eropa sebetulnya berawal dari Islam. Bagaimana orang Eropa berpakaian merupakan
hasil tiruan dari orang islam,
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Rabbani
Jilbab merupakan salah satu symbol muslimah sejati.
Berawal dari kepahitan hidup yang luar biasa pada tahun 9 mendirikan outlet busana muslim hsil
rancangannya, outlet tersebut diberi nama rabbani. Rabbani di ambil dari
Al-Qur’an (Q.s Ali-imron : 79) yang
artinya para pengabdi Alloh yang mau mengajarkan dan diajarkan kitaballah.
Rabbani memiliki arti yang istimewa, keberadaan rabbani
diharapkan memberikan kontribusi yang besar dalam syiar dan dakwah islam bagi para muslimah agar
memenuhi kewajibannya untuk menutup auratnya. Rabbani ingin merubah paradigma
sebagian besar masyarakat pada waktu itu yang memandang bahwa wanita yang
memakai busana muslim itu kuno dan kampungan. Rabbani ingin menunjukan bahwa
wanita yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat juga dapat tampil
gaya, trendy namun sopan dan syar’i. Kendati Demikian, Rabbani juga menghadapi
tantangan yang sangat besar, karena pada waktu itu wanita yang memakai [2][3]busana
muslim masih jarang serta belum menjadi trend. Namun, keadaan tersebut tidak
menjadikan professor kerudung Rabbani sebagai hambatan, malah dijadikan sebagai
tantangan untuk bisa mendobrak trend mode. Dalam busana muslimah ada dua
prinsip pokok yaitu untuk pribadi dan keluarga. Untuk pribadi, pakaian itu
merupakan budaya dan harus menutup aurat. Untuk keluarga, fungsi pakaian itu
menjaga tubuh dari penyakit. Renaisance atau kebangkitan Eropa sebetulnya
berawal dari Islam. Bagaimana orang Eropa berpakaian merupakan hasil tiruan
dari orang islam, hanya sekarang orang Eropa mulai tertutup sedangkan orang
mulai tertutup sedangkan orang islam mulai terbuka, mestinya pakaian orang
islam itu yang tertutup.
Berjibab itu merupakan sesuatu yang sangat baik. Bila ada
anak-anak kita yang menggunakan jilbabnya belum sempurna biarkanlah, itu
merupakan proses. Berjilbab tidak bisa di paksakan. Biarkanlah mereka akan
sadar. Seorang da’I tidak boleh keras jika
menemukan jama’ahnya yang belum menggunakan jilbab. Ketika memberikan ceramah,
jangan langsung menyuruh jama’ah untuk
langsung menggunakan jilbab, tetapi melalui tahapan-tahapan . Kalau langsung
dipaksakan, mungkin mereka tidak akan mau menghadiri pengajian.
Perusahaan yang memiliki nama lengkap CV Rabbani Asysa ini
didirikan oleh pasangan suami istri Amry Gunawan dan Nia Kurnia. Mulai
menjalankan aktifitas produksi pada tahun 1994, akhirnya pada tahun 2001
perusahaan Rabbani dinyatakan resmi menjadi perusahaan berbadan hukum
berdasarkan bukti pada akte notaris. Pemilihan kata Rabbani sebagai perusahaan
bukanlah tanpa alasan. Nama Rabbani tersebut terinspirasi dari surat Ali Imron
: 79 di Al-Qur’an yang mengandung makna “para pengabdian Allah yang bersedia
mengajarkan dan di ajarkan oleh kitab Allah.
Mengusung professor kerudung Indonesia. Rabbani hadir
sebagai perusahaan garmen di bidang retail busana muslim. Saat ini Rabbani
telah berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan kerudung terbesar di
Indonesia dengan produk andalan kerudung instan serta produk lainnya seperti.
B.
Perkembangan & berdirinya Rabbani
Pada waktu itu Rabbani memiliki potensi yang besar untuk
dapat berkembang dan maju, karena waktu itu outlet yang khusus menjual busana muslim
masih jarang sehingga belum adanya pesaing dan persaingan yang tinggi. Pada
awal berdirinya Rabbani memiliki satu karyawan untuk melayani konsumen, satu
tahun kemudian dengan outlet yang tidak jauh dengan outlet sebelumnya, begitu
pula dengan perkembangan secara bisnis belum menunjukan perubahan yang
signifikan. Namun, keadaan tersebut tidak akan menyurutkan motivasi dan
perjuangan, bahkan keadaan tersebut dijadikan cambuk untuk membakar dan menempa
semangat untuk menghasilkan produk dengan kualitas dan desain yang baik.
Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun karena rancangan yang senantiasa
inovatif dan berbeda dari yang lain, Rabbani mengalami perkembangan yang pesat.
Rabbani mulai diterima masyarakat dan mulai memiliki
pelanggan yang semakin banyak, sehingga outlet tidak mampu lagi menampung
konsumen dan pelanggan yang membludak, akhirnya pada tahun 9192.an Rabbani
senantiasa [5]mengembangkan
strategi pemasarannya dan beradaftasi dengan perkembangan zaman.
Seiring era globalisasi, setiap muslimah ingin tampil
menarik. Dulu jilbab terkesan ekslusif dengan motif itu-itu saja. Kini,
desainer mengubah modelnya menjadi lebih indah. Namun, yang perlu di perhatikan
dan tidak kalah pentingnya yaitu masalah syar’i. Busana muslimah tidak bisa
dirancang asal indah, modis, dan rapi, tapi harus dirancang sesuai kaidah yang
telah termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunah. Sah sahnya saja jilbab dirancang
dengan beragam corak dan beraneka warna, tapi syarat-syarat agama hendaknya
tidak terlewatkan. Model jilbab jangan berjalan di tempat, norak dan kampungan
, tapi harus di desain menarik dan enak dipandang. Selain itu, jilbab pun harus
dirancang sempurna sesuai agama yaitu menutupi aurat, tidak tipis, dan
transparan. Mode dan kaidah agama harus dipadukan. Shafira merupakan salah satu
butik perancang busana muslimah yang mencoba memadukan kedua unsur tadi. Menurut
komisarisnya feny Mustafa, dalam setiap rancangannya Shafira selalu terlebih
dahulu berkonsultasi kepada para pakar agama.
Dalam agama, batasan-batasan dalam menutup aurat sudah
jelas. “Jika berbicara jilbab, kita berbicara fashion dan di pengaruhi banyak
hal, diantaranya seni dan trend. Bahan pun harus diperhatikan agar ketika
dipakai tetap nyaman dan indah. Jilbab harus dirancang semenarik mungkin, tidak
norak dan kampungan. Namun, kaidah agama pun harus juga di perhatikan agar
jilbab tersebut sesuai dengan fungsi dan tujuannya sebagi penutup aurat. Sekarang-sekarang
ini sudah maraknya jilbab gaul yang merupakan fenomena kaum muslimah yang ingin
tampil islami sekaligus trendi. Ulama Drs. Anwar Sanusi cukup senang dan
berprasangka baik terhadap maraknya jilbab gaul yang menggejala. Ia juga
menyarankan kepada mubaligh, ulama maupun para aktifis dakwah untuk bersikap
arif dalam memandang fenomena jilbab gaul ini. Untuk mengenakan jilbab dengan
sempurna perlu proses dan tahapan-tahapan. “Mula-mulanya mungkin mereka memakai
jilbab yang belum sempurna, pakai pakaian ketat, transparan, ataupun tipis,
tapi lambat laun ia akan sadar dengan sendirinya, dan insyaAllah jika ia
mendapatkan hidayah ia akan memakai pakaian yang sempurna. Jika kita berlalu
keras memaksakan jilbab yang sempurna kepada jama’ah maupun anak didik kita,
mereka bukannya nurut malah takut dan tak datang lagi ke pengajian.”[6]
Pakaian yang lazim disebut “jilbab gaul”, “ kerudung gaul”
dan istilah ngetrend lainnya ini memang banyak disukai. Fenomena jilbab gaul
ini, merebak seiring angin reformasi yang berimbas pada meningkatnya kesadaran
muslimah untuk “bercengkrama” dengan nilai-nilai agama, termasuk memakai busana
muslimah. Baju muslimah yang dulu terkesan kaku, ekstrim, dan hanya di pakai
kalangan tertentu, kini mengalami banyak perubahan. Apa lagi desainer-desainer
professional yang khusus merancang busana muslimah pun kini banyak bertebaran,
sehingga akan menambah kualitas keindahan pakaian tersebut. Corak, model, serta
warna busana muslimah pun menjadi semakin variatif dan tidak membosankan.
Kini jilbab tidak hanya di pakai oleh aktifis dakwah
kampus maupun santriwati di pondok-pondok pesantren, tapi juga dipakai
jalan-jalan oleh anak-anak ABG dipusat pertokoan, di gunakan selebriti di
tempat syuting, bahkan tokoh sekaliber menteri pun tak sungkan lagi untuk
memakai pakaian penutup aurat ini.
Busana menurut islam pertama menutup aurat. Perempuan yang
menutup auratnya berarti memelihara dirinya dan juga orang lain. Khususnya
laki-laki agar tidak berdosa karena dirinya.
Kedua sebagai identitas, misalnya orang mengenal saya
sebagai seorang muslimah karena saya mengenakan jilbab. Terbukti ketikasuatu
saat nanti saya berada di airport swedia, saya dipanggil oleh seorang petugas
imigrasi. Saya heran, kenapa saya dipanggil. Lalu saya balik bertanya kepadanya
mengapa saya di panggil. Dia menjawab,” saya melihat anda memakai jilbab dan
anda beragam islam. Saya panggil Anda karena saya juga muslim.” Nah saya kan
tidak menyangka sebelumnya bahwa orang swedia itu beragama islam.
Ketiga sebagai perhiasan. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa
saat Nabi Adam dan Siti Hawa terusir dari syurga , mereka tidak mengenakan
pakaian sehingga merasa malu. Lalu mereka mengambil daun untuk menutup
auratnya. Kemudian Allah pun berfirman bahwa Dia menjadikan daun-daunan sebagai
bulu-bulu untuk menutupi tubuh manusia dan juga sebagai perhiasan.[7]
C.
Rabbani semakin menambah produknya
Rabbani mulai focus dalam membidik segmentasi pasarnya,
Rabbani membidik pasar untuk kalangan menengah. Sedangkan perkembangan dari
aspek pemasarannya Rabbani mengembangkan strategi pemasaranny, selain pemasaran
langsung,Rabbani membina pemasaran dengan mengembangkan network pengembangan
outlet. Upaya untuk mengakomodasi permintaan pasar yang semakin besar, Rabbani
mengembangkan dan menambah kapasitas produksinya, seperti kerudung yang sebagai
produk utama, busana muslim seperti gamis, tunik, T-shirt muslimah, koko,
kazko, manset, dll. Kelima pabrik tersebut bertempat di Bandung dengan
kemampuan produksi 1 pcs kerudung .
Saat ini 90 % produk yang dijual adalah fhasion muslim.
Ada pergeseran di mana buku-buku islam tidak lagi menjadi core bisnis kami.
Kami memproduksi seluruh perlengkapan busana muslim dari atas hingga kaki, baik
untuk wanita, pria dewasa, hingga anak-anak,perlengkapan solat,dll. Bukan hanya
itu, kami juga menjual busana-busana dalam berbagai aktivitas : ibadah,
sehari-hari, casual, formal hingga [8]busana
pernikahan. Singkatnya, one stop shopping dalam satu outlet.
Banyak pelanggan yang mengatakan bahwa busana-busana yang
di jual adlah busana muslim yang syar;I tetapi tetap modis. Keunggulan kami
selanjutnya adalah soal kualitas yang bisa diadu dengan pabrik yang lainnya
juga harga kompetitif. Biasanya juga yang paling banyak membelinya wanita
dewasa yang mendominasi.
Produksinya persis sangat banyak dan tergantung dari
orderan tim marketing. Saat ini di tempat kami memiliki beberapa yang kami
ingin kedepnnya membangun pabrik-pabrik menjadi satu agar lebih mudah
pengawasan dan operasionalnya. Omset
yang di dapat kalkulasinya, misalnya, 1 outlet dikunjungi 200-an orang setiap
hari di mana biasanya spending mereka bisa mencapai 5 potong kerudung dengan
harga kisaran Rp.20ribu –Rp.100ribu. Nah, bisa dihitung berapa rata-rata omset
perhari per outlet.
Setelah sukses sebagai salah satu took busana yang menjual
berbagai macam pakaian muslim dan muslimah, kali ini Rabbani menelurkan sebuah
buku gaun pernikahan .
Direktur Operasional Rabbani
Nandang Komara menuturkan ide buku berjudul The Glooming Princess Muslimah
Weding Gown by Rabbani tersebut muncul dari permintaan konsumen yang
menginginkan baju nikah yang berkonsep Islami. “Akhirnya, dibikin dengan
beberapa syarat seperti tidak transparan,tidak membekuk lekuk tubuh, dan sesuai
anjuran Allah SWT melalui Al-quran” ucap Nandang. Ditempat yang sama,
Manager Promo dan Event Rabbani Ridwanul Kamil menjelaskan, atas permintaan
tersebut pihaknya sempat me-launching beberapa gaun pengantin pada 2012.
Tanpa diduga, gaun tersebut banyak diminati oleh para consume. “Dari situ masyarakat
mulai bertanya-tanya mengenai buku untuk referensi nikah,”katanya. Atas
dasar tersebutlah, pihaknya lalu membuat sebuah buku berisikan desain gaun yang
berkonsep weeding muslimah dengan perpaduan tradisional dan Timur Tengah.
Ridwan
memastikan, gaun tersebut murni buatan 15 desainer internal Rabbani. Untuk
masalah harga, gaun-gaun yang ada yang dijual dengan berbagai harga.
“Kita ini segmentasinya menengah ke
atas, jadi harga gaunnya mulai dari Rp.1,5 juta-Rp.50 juta.”tuturnya.[9]
D.
Rabbani Mempopulerkan Kerudungnya
Profesor Kerudung Rabbani merupakan sebutan bagi Rabbani Holding karena Rabbani mampu
menjadikan perusahaan yang bergerak dalam bidang garment dan busana muslim yang
sukses dan mampu menjadi perusahaan yang mandiri yang luar biasa dalam
mendobrak pasar serta mempunyai produk berkualitas yang berbeda dengan
produk-produk lainnya.
Kerudung Rabbani menjadi sebutan bagi Holding yang mampu
menciptakan produk berupa busana-busana muslim seperti kemko, tunik, kastun dan
kerudung yang terjaga kualitas produknya dan menjadi minat masyarakat untuk
berbelanja busana muslim. Keberadaan kerudung Rabbani diharapkan dapat
memberikan kontribusi yang besar dalam syiar dan dakwah islam bagi para muslim
muslimah agar memenuhi kewajibannyauntuk menutup aurat.
Selain sebagai salah satu pioneer, kala itu Rabbani sempat
menjadi merek yang paling banyak dibicarakan yakni dengan inovasi “kerudung
Instan”. Tidak ada produsen yang menciptakan kerudung instan seperti Rabbani.
Pada waktu itu pemakaian kerudung instan cukup ribet dan butuh waktu lama
sehingga mendorong perusahaan untuk mengakomodir kebutuhan tersebut dengan
menciptakan kerudung yang praktis. Kerudung instan inilah yang membawa nama
Rabbani menjadi besar hingga saat ini.
Selain kerudung instan, Rabbani juga selalu menciptakan
tren-tren kerudung. Kami menawarkan warna-warna ngejreng dan motif-motif
beraneka ragam sehingga mampu mendobrak pakem-pakem desain dan motif yang ada
pada waktu itu. Meski sempat dicibir, namun akhirnya kerudung Rabbani
mendapatkan tempat di masyrakat.
Rabbani ingin
mengubah paradigma sebagian besar masyarakat yang pada waktu itu memandang bahwa wanita yang memakai busana muslim itu
kuno dan kampungan. Profesor kerudung Rabbani ingin menunjukan bahwa wanita
yang memakai busana muslim itu modern dan terhormat juga dapat tampil gaya.
Trendy namun tetap sopan dan syar’i.
Tantangan dalam membangun bisnis Rabbani paling terberat
adalah bagaimana mengibarkan merek rabbani agar tetap eksis dan mengejar misi
visi perusahaan untuk “ mengerudungkan dunia” caranya tetap menciptakan produk
yang inovatif, memperluas pemasaran.
Seiring era globalisasi, sangat sulit untuk menjaga
busana, apalagi kalo yang tidak tahu aturan islam. Bagi yang berbusana
muslimah, hendaknya mempertahankan sambil terus berusaha memperbaiki akhlak
serta menjaga bata-batas pergaulan dengan lawan jenis yang bukan muhrim.
Untuk yang sedang mencoba berbusana muslimah, perkuatkan
ilmu dan keyakinannya karena dalam proses mengenakan busana muslimah akan
banyak hambatan dan tantangan yang justru malah datang dari lingkungan terdekat
seperti temann dan keluarga.
Bagi yang belum berbusana muslimah, tentu saja untuk
segera mengenakan busana muslimah karena dengan berbusana sesuai syar’I akan
lebih nyaman dan bisa menjaga diri. Busana muslimah itu ditujukan juga untuk
menjaga jarak dan menghindarkan perbuatan yang kurang baik. Hj.Mahdiah S.H.,
M.Hum dia pernah melihat seorang muslimah sedang gandengan,pegangan,
peluk-pelukan, dengan pacrnya di Taman Ria Senayan. Sepertinya dia memisahkan
antara pakaian dan pergaulannya. Seharusnya tidak demikian, pakaiannya
seharusnya mampu menghindarkan perbuatan-perbuatan semacam itu.
Ada suatu cerita, seorang wanita Indonesia mendapat tugas
belajar di Erofa. Disana ia melihat Turki Sedang makan daging babi. Lantas, ia menegurnya,”Kamu kan orang
Islm,tapi kok makan daging babi?” Muslim turki tersebut menjawab,” Kamu juga
kan orang Islam, tapi kok tidak berjilbab?”
Jawaban orang Turki itu ternyata menggugah kesadarannya bahwa ternyata
dirinya pun belum menjalankan syariat Islam dengan benar, sehingga beberapa
tahun kemudian ia mengenakan jilbab.
Dalam Islam juga di ajarkan bahwa wanita harus menutup
aurat. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ketika suatu
saat Rasululloh sedang berada di rumah, adik ipar beliau yang bernama Asma
lewat di depannya dengan baju agak ketat dan tipis, lalu Rasululloh saw.
Berkata : “ Wahai Asma, apabila seorang anak perempuan sudah haid/baligh, tidak
boleh terlihat anggota badannya kecuali muka dan telapak tangan. Itulah yang
disebut dengan aurat.”[10]
Ketika seorang anak yang pintar, cerdas dan berharap
anaknya kelak menjadi anakberkorban harta, berhasil. Untuk semua itu, orang tua
rela seorang anaknya sangat membutuhkan perhatian dari mulai gizi, pakaian dan
pendidik, yang di berikan adalah berkualitas dan terbaik bagi anak-anaknya yang
orang tua lupa, apakah semua yang telah di lakukan terkadang anak pintar dan
berhasil di lakukan untuk menjadi sang juara, menjadi anak merupakan jaminan
bahwa sang anak kelak akan ada saat usia senjanya ? Anak yang bisa merawat
orang tua di akhirat di jadikan tabungan manisfestasi pintar karena betapapun
sang anak adalah yang berhasil, itu sama sekali tidak berguna jika yang diberikan
anak kepada orang tuanya adalah kedurhakaan dan kebobrokan iman. Setiap orang
tua dapat mendidik anaknya dengan baik. InsyaAllah buku ini menuntun petunjuk
Allah dan Rasul-Nya, anaknya dengan benar sesuai dan berhasil tapi menjadikan
anak yang bukan hanya pintar Generasi tetapi anak yang shalih dan shalihah,
yang dapat menjadi Rabbani, generasi yang unggul keilmuan dan ketakwaan. Subhanahu Wa Ta ala.
Di antara materi pada buku rabbani edisi ini adalah mengenai:
1.
Mendidik anak dalam kandungan
2.
10 karakter pendidik sukses Pengajaran ilmu agama dan dunia
pada anak
3.
Memahami psikologi anak
4.
Anak dan sosial kemasyarakatan
5.
Jasmani dan kesehatan pada anak
- Menempa mental anak
- Persiapkan anak untuk berdakwah di jalan Allah
- Metode pengajaran pada anak
- Anak dan pendidikan seksual dll.
Rabbani
ini memiliki ilmu yang insyaAllah menambah wawasan dan mendidik kita menjadi
buah hati yang baik sehingga mereka anak-anak yang sholeh dan sholehah.
BAB III
PENUTUP
A.
KRITIK DAN SARAN
Alhamdulillah
dengan rahmat Allah proposal ini dapat
terselesaikan dengan yang diharapkan, namun tentunya masih banyak kekurangan
dalam pembuatannya. Maka dari itu, kritik dan saran pembaca sangat di harapkan
guna pemantapan penulisan ini guna bagi penulis di kemudian hari.
B.
DOKUMENTASI
[3] Katalog_Rabbani
raja busana muslim
[4] Katalog_profesor
Rabbani Indonesia
[5] Observasi
[6] Katalog_percikan
iman bacaan alternatif generasi Qur’ani
Berjilbab sopan dan beradab
[7] Katalog_percikan
iman bacaan alternative generasi Qur’ani
Berjilbab sopan dan beradab
[8]
Observasi
[9] Katalog_luncurkan
gaun Rabbani
[10] Katalog_percikan
iman bacaan generasi qur’ani
Berjilbab sopan dan beradab