BAB I
PEMBAHASAN
Islam
adalah agama yang di yakini oleh
pemeluknya sebagai ajaran yang bersumber dari Allah.Dalam ajaran islamkebenaran
Tuhan bersifat mutlak dan tunggal. Islam mengedepankan
keseimbangan,kesempurnaan dunia akhirat. Agama islam sendiri menjadi
kepercayaan umumnya orang Sunda.Kehidupan beragama itu juga tampak amat kuat
pada orang Sunda.
Tentu
saja pada akhirnya “celupan” nilai ajaran islam menjadi bagian dari budaya
sunda. Ajaran islam memberikan kesan penuh arti dan memiliki nilai yang
berharga dalam masyarakat Sunda. Islam begitu mudahnya “melenggang
kangkung”memasuki kultur budaya sunda setelah melalui proses pendekatan dan
perkenalan yangberkesan.
A.
Jati
diri orang sunda
“Tak kenal maka tak sayang”,
peribahasa itu dijadikan dokrtrin utama untuk mengetahui dan mengenai seseorang
atau sekelompok manusia. Begitulah untuk mengetahui tentang watak dan
keperibadian orang sunda. Namun, pengenalan ini tertuju pada tingkah laku yang
dilakukan secara berulang-ulang dan konsisten.
B.
Karakteristik
orang sunda
Ketika watak itu telah khas, maka
bisa diamati dan dicermati. Sebab,kajian ini tertuju pada segala aktifitas
yangdilakukan secara regular. Dalam hal ini, memasuki wilayah kebudayaan. Dalam
bahasa popular, istilah “keperibadian” juga berarti ciri-ciri watak seseorang
individu yang konsisten, memberikan kepadanya identitas khusus, kalau dalam
bahasa sehari-hari kita anggap seseorang memiliki keperibadian, maksudnya ialah
orang tersebut mempunyai ciri watak yang diperlihatkan secara lahir, konsisten
dalam tingkah lakunya.
Begitupun dengan orang sunda, Ia
memiliki karakter khas yang tentu saja berbeda dengan orang non Sunda. Pada
level praktisnya, kekhususan itu bisa terlihat.Orang Sunda memiliki bahasa yang
khas, memiliki keragaman bagaimana memaknai hidup (falsafah hidup), dan sifat
khas lain yang mencerminkan jati diri kesundaanya.
Cerminan keislaman orang sunda
terlihat pada baik peribahasa maupun pameo yang dikenal selama ini.
Dalamungkapan silih asih, silih asah,silih asuh (saling mengasihi, saling
mempertajam,dan slaing memelihara dan melindungi) sudah mencerminkan watak
keislaman. Dalam hubungan manusia sebagai makhluk social,islam mengedepankan
rasa kebersamaan dan persaudaraan.
(Q.s AliImron
: 103)
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ
تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ
أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ
بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ مِنَ النَّاِر
فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ
تَهْـتَدُونَ ’{ال عـمران 103}
Artinya : “Dan berpegang
teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu
sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu
bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka
kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka
Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat
ayatnya agar kamu mendapat petunjuk” (Q.S. Ali Imron ayat 103)
Makna lafdzi
|
Maka kamu menjadi
|
فَأَصْبَحْتُمْ |
Dan berpegang
teguhlah kamu sekalian
|
وَعْتصِمُواْ |
|
Dengan nikmat-Nya
|
بِنِعْمَتِهِ
|
dengan
tali allah
|
بِحَبْلِ الله |
|
Bersaudara
|
إِخْوَاناً
|
seraya berjama’ah
|
جَمِيْعًا |
|
Sedangkan kamu semua
|
وَكُنْتُمْ |
dan janganlah kamu
sekalian berpecah belah
|
وَلاَ تَفَـرَّقوُا |
|
Di tepi jurang
|
عَلىَ شَفاَ خُفْرَةٍ
|
dan ingatlah kamu
semua
|
وَاذْ كـُرُوا |
|
Api Neraka
|
مِنَ النَّاِر |
Nikmat Allah
|
نِعْمَتَ الله |
|
Maka Allah
menyelamatkan kamu dari padanya
|
فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا
|
Atas kamu
|
عَلَيْكُمْ |
|
Demikianlah Allah
menjelaskan kepada kamu
|
كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ
|
Ketika kamu (dahulu)
bermusuh-musuhan
|
إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً |
|
Ayat-ayatnya
|
اَيَاتِهِ
|
Maka Dia menjinakkan
antara hati-hati kamu
|
فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ |
|
Agar kamu mendapat
petunjuk
|
لَعَلـَّكُمْ تَهْتَـدُونَ
|
Makna global
“Dan berpegang teguhlah kamu
sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan
ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia
(Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara
sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka , maka Allah mendamaikan antara
hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar kamu mendapat
petunjuk”
C.
Pandangan
hidup orang sunda
Ensiklopedi Sunda menyebut bahwa
pandangan hidup orang Sunda terbagi ke dalam3 bagian,yaitu :
1)
Tercermin dalam tradisi lisan dan sastra Sunda yang
berasal dari kalangan lapisan elit. Hasil disimpulkan bahwa pandangan hidup orang
Sunda itu terdiri dari:
§
Manusia sebagai pribadi
§
Manusia dengan masyarakat
§
Manusia dengan alam
§
Manusia dengan Tuhan
§
Manusia dalam mengerjakan kemajuan lahir dan batin.
2)
Tradisi lisan dan karya sastra Sunda dari kalangan
masyarakat lapis bawah
Mengidentifikasikan sejumlahsifat
khasyang dianggap baik dan tidak baik oleh orang sunda. Semuanya digolongkan
dalam4 kategori,yaitu :
§ Akal
Baiknya :
(sifat pinter,pandai, cerdas, cerdik,arif, berpengalamanluas,dan
menjunjungtinggi kebenaran).
Buruknya :
(bodoh, banyak bingung, pandai membohongi orang lain, dan tidak surti)
§ Budi
Baiknya :
(jujur,suci, punya pendirian,taqwa, tidak takabur, bijaksana,setiabisa
dipercaya,dan lain lain)
Buruknya:
( Pendendam, tidak berperasaa,tidak punya rasa malu, tidak mau berterima kasih
dan takabur)
§ Semangat
Baiknya :
( idealism, sabar, percaya kepada taqdir, tabah, semangat belajar, mau
berikhtiar, rajin,danlain lain)
Buruknya :
( sebaliknya)
§ Tingkah
laku
Baiknya :
(sederhana, matang perhitungan, suka menolong,sopan, teliti, hemat, dan lain
lain)
Buruknya :
(sombong,suka menonjolkan diri, suka mencuri, suka bertengkar, dan lainlain).
D.
Ciri
khas yang di miliki orang sunda
Tentu
saja tercermin dalam kekayaan Sunda.Sebab bahasa Sunda adalah bahasa yang
memiliki khazanah kaidah kosakata yang sangat kaya. Dalam bahasa Sunda di kenal
dengan undak usuk basa (tingkatan dalam berbahasa) yang tidak dimiliki oleh
bahasa lain, semisal dalam bahasaIndonesia. Karena dalam bahasa Sunda
diharuskan menggunakan kalimat dan kosakata tertentu ketika proses komunikasi
berlangsung.
Contoh :
“Ketika
berbicara dengan orang yang lebih tua, maka orang Sunda akan menggunakan
kosakata khusus yang ditujukan untuk
menghormati orang tersebut.”
Watak
yang menonjol dariorang sunda adalah sifat tolong menolong dalammembantu orang
yang dalam kesusahan (mulung kanu butuh, nalang kanu susah) yang diaplikasikan
dalam setiap kesepakatan. Misalnya ketika ada tetangga sedang hajatan, tanpa di
undang pun masyarakat sunda lainnya membantu dengan suka rela dan tanpa pamrih.
Indikator di atas pada akhirnya akan
membawa orang sunda kea rah keterpurukan global. Sebab, jika dari satu orang
memiliki paradigm seperti (bermental tempe), maka bisadi bayangkan jika ini
dikolektifkan menjadi sebuah kesatuan.Padahal kecaman Allah sangat tegas
mengenai hal ini:
(Q.s
An-Nisa :9)
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ
لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ
فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا
Artinya: Dan hendaklahtakut (kepada
Allah) orang-orang yang sekiranyamerekameninggalkanketurunan yang lemah di
belakangmereka yang merekakhawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab
itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara
dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa/4:9)
Tafsir Surat An-Nisa ayat 9
Surat an-Nisa’ ayat 9 ini
menerangkan bahwa kelemahan ekonomi, kurang stabilnya kondisi kesehatan fisik
dan kelemahan intelegensi anak, akibat kekurangan makanan yang bergizi,
merupakan tanggung jawab kedua orang tuanya, maka disinilah hukum Islam
memberikan solusi dan kemurahan untuk dilaksanakannya KB, yang mana untuk
membantu orang-orang yang tidak menyanggupi hal-hal tersebut, agar tidak
berdosa dikemudian hari, yakni apabila orang tua itu meninggalkan keturunannya,
atau menelantarkannya, akibat desakan-desakan yang menimbulkan kekhawatiran
mereka terhadap kesejahteraannya. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang
beriman hendaklah bertakwa kepada Allah dan selalu berlindung dari hal-hal yang
dimurkai di sisi Allah Kita
hendaknya takut apabila meninggalkan keturunan yang lemah dan tak memiliki
apa-apa, sehingga mereka tak bias memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan
terlunta-lunta.
Ayat ini juga menjelaskan mengenai
hartawaris.Turun sebagai peringatan kepada orang-orang yang berkenaan dengan
pembagian harta warisan agar jangan menelantar kan anak-anak yatim yang dapat
berakibat pada kemiskinan dan ketakberdayaan. Menurut Ibnu 'Ajibah ayat ini
memberi pesan kepada orang yang memelihara anak yatim orang lain agar memiliki
kekhawatiran kalau-kalau di kemudian hari mereka terlantar dan tak berdaya,
sebagaimana ia khawatir kalau hal itu terjadi pada anak-anak kandung mereka
sendiri.
Ketegasan ini mengisyaratkan bahwa
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi semangat untuk bekerja. Kesuksesan dalam pandangan islam adalah
keberhasilan di dunia dan di akhirat. Meraih kebhagaian duniawi dan
ukhurawi.(Qs. Al-Qashah : 77)
Etos
kerja yang “bermental baja” dalam tinjauan islam memiliki posisi yang amat
khusus. Hal itu dilakukan tiada lain sebagai proses usaha untuk memenuhi
kebutuhan hidup selama hamper di dunia.
E.
Islam
mudah di terima oleh orang sunda
§ Ajaran
islam itu sendiri yang sederhana (ajaran tentang akidah,ibadah, terutama akhlak
dari agama islam )
§ Kebudayaan
asal yang menjadi “bungkus” agama islam ( kebudayaan timur yang tidak asing
lagi bagi orang sunda)
Oleh karena itu,ketika orang sunda
membentuk jati dirinya berbarengan dengan proses islamisasi, agama islam
merupakan bagian Sunda yang terwujud secara tidak sadar menjadi identitas
mereka.
BAB II
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Pada
intinya,membicarakan jati diri orang sunda sama saja dengan membahas segala
aktifitas yang dilakukan orang sunda. Sebab, melalui pengamatan yang intensif
dan terus menerus watak khas
sundaterlihat dan menjadi bagian dari budaya sunda dan melekat menjadi ciri
khas yang membedakan dengan corak budaya lain.
Meminjam
istilah Asep. S Muhtadi persetuhan kultur antar agama, kondisi kebudayaan yang
dilalui,dan situasi tradisi setempat, secara bersama-sama telah melahirkan
corak keislaman masyarakat sunda seperti yang berkembang sampai saat ini.
Walaupun,sikap ini diikuti oleh kesalahan persepsi yang membentuk citra negative.
Dan ketidaksesuaian beberapa watak dasar yang tak bernafaskan islam.
Wallahu’alam……
Jika semua sesuai jatu diri isalm insyyya aallloohh indah
BalasHapus