Sabtu, 23 April 2016

MENELUSURI JATI DIRI ORANG SUNDA



BAB I
PEMBAHASAN
            Islam adalah agama  yang di yakini oleh pemeluknya sebagai ajaran yang bersumber dari Allah.Dalam ajaran islamkebenaran Tuhan bersifat mutlak dan tunggal. Islam mengedepankan keseimbangan,kesempurnaan dunia akhirat. Agama islam sendiri menjadi kepercayaan umumnya orang Sunda.Kehidupan beragama itu juga tampak amat kuat pada orang Sunda.
            Tentu saja pada akhirnya “celupan” nilai ajaran islam menjadi bagian dari budaya sunda. Ajaran islam memberikan kesan penuh arti dan memiliki nilai yang berharga dalam masyarakat Sunda. Islam begitu mudahnya “melenggang kangkung”memasuki kultur budaya sunda setelah melalui proses pendekatan dan perkenalan yangberkesan.
A.    Jati diri orang sunda
            “Tak kenal maka tak sayang”, peribahasa itu dijadikan dokrtrin utama untuk mengetahui dan mengenai seseorang atau sekelompok manusia. Begitulah untuk mengetahui tentang watak dan keperibadian orang sunda. Namun, pengenalan ini tertuju pada tingkah laku yang dilakukan secara berulang-ulang dan konsisten.
B.     Karakteristik orang sunda
            Ketika watak itu telah khas, maka bisa diamati dan dicermati. Sebab,kajian ini tertuju pada segala aktifitas yangdilakukan secara regular. Dalam hal ini, memasuki wilayah kebudayaan. Dalam bahasa popular, istilah “keperibadian” juga berarti ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten, memberikan kepadanya identitas khusus, kalau dalam bahasa sehari-hari kita anggap seseorang memiliki keperibadian, maksudnya ialah orang tersebut mempunyai ciri watak yang diperlihatkan secara lahir, konsisten dalam tingkah lakunya.
            Begitupun dengan orang sunda, Ia memiliki karakter khas yang tentu saja berbeda dengan orang non Sunda. Pada level praktisnya, kekhususan itu bisa terlihat.Orang Sunda memiliki bahasa yang khas, memiliki keragaman bagaimana memaknai hidup (falsafah hidup), dan sifat khas lain yang mencerminkan jati diri kesundaanya.


            Cerminan keislaman orang sunda terlihat pada baik peribahasa maupun pameo yang dikenal selama ini. Dalamungkapan silih asih, silih asah,silih asuh (saling mengasihi, saling mempertajam,dan slaing memelihara dan melindungi) sudah mencerminkan watak keislaman. Dalam hubungan manusia sebagai makhluk social,islam mengedepankan rasa kebersamaan dan persaudaraan.

 (Q.s AliImron : 103)
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً  فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ  فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ  مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ ’{ال عـمران 103}
Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah   dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya  agar kamu mendapat petunjuk” (Q.S. Ali Imron ayat 103)

        Makna lafdzi

Maka kamu menjadi

فَأَصْبَحْتُمْ

Dan berpegang teguhlah kamu sekalian

وَعْتصِمُواْ

Dengan nikmat-Nya
بِنِعْمَتِهِ
dengan tali allah

بِحَبْلِ الله

Bersaudara
إِخْوَاناً
seraya berjama’ah

جَمِيْعًا

Sedangkan kamu semua

وَكُنْتُمْ

dan janganlah kamu sekalian berpecah belah

وَلاَ تَفَـرَّقوُا

Di tepi jurang
عَلىَ شَفاَ خُفْرَةٍ
dan ingatlah kamu semua

وَاذْ كـُرُوا

Api Neraka

مِنَ النَّاِر

Nikmat Allah

نِعْمَتَ الله

Maka Allah menyelamatkan kamu dari padanya
فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا
Atas kamu

عَلَيْكُمْ

Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu
كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ
Ketika kamu (dahulu) bermusuh-musuhan

إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً

Ayat-ayatnya
اَيَاتِهِ
Maka Dia menjinakkan antara hati-hati kamu

فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ

Agar kamu mendapat petunjuk
لَعَلـَّكُمْ تَهْتَـدُونَ


Makna global
“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka , maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya  agar kamu mendapat petunjuk”

C.    Pandangan hidup orang sunda
            Ensiklopedi Sunda menyebut bahwa pandangan hidup orang Sunda terbagi ke dalam3 bagian,yaitu :
1)      Tercermin dalam tradisi lisan dan sastra Sunda yang berasal dari kalangan lapisan elit. Hasil disimpulkan bahwa pandangan hidup orang Sunda itu terdiri dari:
§   Manusia sebagai pribadi
§   Manusia dengan masyarakat
§   Manusia dengan alam
§   Manusia dengan Tuhan
§   Manusia dalam mengerjakan kemajuan lahir dan batin.
2)      Tradisi lisan dan karya sastra Sunda dari kalangan masyarakat lapis bawah
            Mengidentifikasikan sejumlahsifat khasyang dianggap baik dan tidak baik oleh orang sunda. Semuanya digolongkan dalam4 kategori,yaitu :
§  Akal
Baiknya : (sifat pinter,pandai, cerdas, cerdik,arif, berpengalamanluas,dan menjunjungtinggi kebenaran).

Buruknya : (bodoh, banyak bingung, pandai membohongi orang lain, dan tidak surti)

§  Budi
Baiknya : (jujur,suci, punya pendirian,taqwa, tidak takabur, bijaksana,setiabisa dipercaya,dan lain lain)

Buruknya: ( Pendendam, tidak berperasaa,tidak punya rasa malu, tidak mau berterima kasih dan takabur)

§  Semangat
Baiknya : ( idealism, sabar, percaya kepada taqdir, tabah, semangat belajar, mau berikhtiar, rajin,danlain lain)

Buruknya : ( sebaliknya)

§  Tingkah laku
Baiknya : (sederhana, matang perhitungan, suka menolong,sopan, teliti, hemat, dan lain lain)

Buruknya : (sombong,suka menonjolkan diri, suka mencuri, suka bertengkar, dan lainlain).
D.    Ciri khas yang di miliki orang sunda
            Tentu saja tercermin dalam kekayaan Sunda.Sebab bahasa Sunda adalah bahasa yang memiliki khazanah kaidah kosakata yang sangat kaya. Dalam bahasa Sunda di kenal dengan undak usuk basa (tingkatan dalam berbahasa) yang tidak dimiliki oleh bahasa lain, semisal dalam bahasaIndonesia. Karena dalam bahasa Sunda diharuskan menggunakan kalimat dan kosakata tertentu ketika proses komunikasi berlangsung.

Contoh :
“Ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, maka orang Sunda akan menggunakan kosakata khusus  yang ditujukan untuk menghormati orang tersebut.”
            Watak yang menonjol dariorang sunda adalah sifat tolong menolong dalammembantu orang yang dalam kesusahan (mulung kanu butuh, nalang kanu susah) yang diaplikasikan dalam setiap kesepakatan. Misalnya ketika ada tetangga sedang hajatan, tanpa di undang pun masyarakat sunda lainnya membantu dengan suka rela dan tanpa pamrih.
            Indikator di atas pada akhirnya akan membawa orang sunda kea rah keterpurukan global. Sebab, jika dari satu orang memiliki paradigm seperti (bermental tempe), maka bisadi bayangkan jika ini dikolektifkan menjadi sebuah kesatuan.Padahal kecaman Allah sangat tegas mengenai hal ini:

(Q.s An-Nisa :9)

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا

Artinya: Dan hendaklahtakut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranyamerekameninggalkanketurunan yang lemah di belakangmereka yang merekakhawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar. (An-Nisa/4:9)
Tafsir Surat An-Nisa ayat 9

Surat an-Nisa’ ayat 9 ini menerangkan bahwa kelemahan ekonomi, kurang stabilnya kondisi kesehatan fisik dan kelemahan intelegensi anak, akibat kekurangan makanan yang bergizi, merupakan tanggung jawab kedua orang tuanya, maka disinilah hukum Islam memberikan solusi dan kemurahan untuk dilaksanakannya KB, yang mana untuk membantu orang-orang yang tidak menyanggupi hal-hal tersebut, agar tidak berdosa dikemudian hari, yakni apabila orang tua itu meninggalkan keturunannya, atau menelantarkannya, akibat desakan-desakan yang menimbulkan kekhawatiran mereka terhadap kesejahteraannya. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang beriman hendaklah bertakwa kepada Allah dan selalu berlindung dari hal-hal yang dimurkai di sisi Allah       Kita hendaknya takut apabila meninggalkan keturunan yang lemah dan tak memiliki apa-apa, sehingga mereka tak bias memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan terlunta-lunta.
            Ayat ini juga menjelaskan mengenai hartawaris.Turun sebagai peringatan kepada orang-orang yang berkenaan dengan pembagian harta warisan agar jangan menelantar kan anak-anak yatim yang dapat berakibat pada kemiskinan dan ketakberdayaan. Menurut Ibnu 'Ajibah ayat ini memberi pesan kepada orang yang memelihara anak yatim orang lain agar memiliki kekhawatiran kalau-kalau di kemudian hari mereka terlantar dan tak berdaya, sebagaimana ia khawatir kalau hal itu terjadi pada anak-anak kandung mereka sendiri.
            Ketegasan ini mengisyaratkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi semangat untuk bekerja.  Kesuksesan dalam pandangan islam adalah keberhasilan di dunia dan di akhirat. Meraih kebhagaian duniawi dan ukhurawi.(Qs. Al-Qashah : 77)
            Etos kerja yang “bermental baja” dalam tinjauan islam memiliki posisi yang amat khusus. Hal itu dilakukan tiada lain sebagai proses usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup selama hamper di dunia.


           
E.     Islam mudah di terima oleh orang sunda

§  Ajaran islam itu sendiri yang sederhana (ajaran tentang akidah,ibadah, terutama akhlak dari agama islam )
§  Kebudayaan asal yang menjadi “bungkus” agama islam ( kebudayaan timur yang tidak asing lagi bagi orang sunda)
            Oleh karena itu,ketika orang sunda membentuk jati dirinya berbarengan dengan proses islamisasi, agama islam merupakan bagian Sunda yang terwujud secara tidak sadar menjadi identitas mereka.













BAB II
PENUTUP
a.       Kesimpulan
            Pada intinya,membicarakan jati diri orang sunda sama saja dengan membahas segala aktifitas yang dilakukan orang sunda. Sebab, melalui pengamatan yang intensif dan terus  menerus watak khas sundaterlihat dan menjadi bagian dari budaya sunda dan melekat menjadi ciri khas yang membedakan dengan corak budaya lain.
            Meminjam istilah Asep. S Muhtadi persetuhan kultur antar agama, kondisi kebudayaan yang dilalui,dan situasi tradisi setempat, secara bersama-sama telah melahirkan corak keislaman masyarakat sunda seperti yang berkembang sampai saat ini. Walaupun,sikap ini diikuti oleh kesalahan persepsi yang membentuk citra negative. Dan ketidaksesuaian beberapa watak dasar yang tak bernafaskan islam.

 Wallahu’alam……







1 komentar: